Analisis Pollution Havens di ASEAN 5
PERMATASARI, KARISZA ARVIANA (Adv.: Tri Widodo, M.Ec.,Dev., Ph.D.), Tri Widodo, M.Ec.,Dev., Ph.D.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomena pollution havens yang terjadi di ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand). Penelitian ini mengadaptasi model yang dibangun oleh Chakraborty dan Mukherjee (2010) untuk melihat bagaimana pengaruh orientasi perdagangan (ekspor dan impor) dan orientasi investasi (FDI-masuk dan FDI-keluar) terhadap kualitas lingkungan di ASEAN 5. Untuk melihat fenomena pollution havens, penelitian ini mengadaptasi model yang digunakan oleh Kearsley dan Riddel (2010) dengan memasukkan variabel ekspor dan impor produk industri kotor (kode ISIC 3 digit 31-39).
Lima model pada penelitian ini menggunakan metode regresi data panel Fixed Effects. Basis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder tahunan. Analisis orientasi perdagangan dan investasi memakai data dengan rentang waktu 2000-2010. Analisis pollution havens pada produk ekspor dan impor memakai data dengan rentang waktu 1976-2004.
Hasil dari penelitian ini adalah fenomena pollution havens terjadi di ASEAN 5. Hal ini ditunjukkan oleh hubungan antara orientasi perdagangan (ekspor dan impor) dengan kualitas lingkungan yang berkoefisien negatif. Orientasi perdagangan berpengaruh signfikan pada kualitas lingkungan di ASEAN 5. Hal ini semakin diperkuat oleh fakta bahwa terdapat lima produk ekspor dan tiga produk impor industri kotor yang berkoefisien positif terhadap level emisi CO2 per kapita di ASEAN 5. Namun, orientasi investasi tidak cukup membuktikan adanya fenomena pollution havens terjadi di ASEAN 5.
This study aims to analyze pollution havens phenomena in ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Singapore, The Philippines, and Thailand). This study adopts model that had been constructed by Chakraborty and Mukherjee (2010) to see how trade orientation (export and import) and investment orientation affected to environmental performance in ASEAN 5. To see pollution havens phenomena, this study adopts model that had been constructed by Kearsley and Riddel (2010) with added by export and import dirty industry product (ISIC code 3 digit 31-39).
Five models in this study uses regression data panel fixed effects methods. Database that used is annually secondary data. Trade and investment orientation analysis uses database on period 2000-2010. Pollution havens analysis uses database on period 1976-2004.
This study found that pollution havens phenomena happened in ASEAN 5. It is showed by interrelationship between trade orientation (export-import) and environmental performance that had negative coefficient. Trade orientation significantly effected on environmental performance in ASEAN 5. It is emphasized by fact that there were five export dirty industry products and three dirty industry import products with negative coefficients on emission level of CO2 per capita in ASEAN 5. However, investment orientation is not enough to prove pollution havens phenomena in ASEAN 5.
Kata Kunci : pollution havens, trade orientation, investment orientation, environmental performance, orientasi perdagangan, orientasi investasi, kualitas lingkungan