Corporate signalling dengan pengungkapan akuntansi dividen berdasarkan konsentrasi industri di perusahaan manufaktur
Paula FLT., Maria, Wiwin Rahmanti, SE.,M.Com.,Ak
Perusahaan dalam industri dengan rasio konsentrasi penjualan tertentu memilih pensignalan yang mendukung kemampuan perusahaaan berkompetisi di pasar (Gelb, 2000). Perusahaan dengan rasio konsentrasi tinggi mengungkapkan lebih banyak item pengungkapan dalam laporan tahunan, sedangkan perusahaan dengan rasio rendah lebih memilih pensignalan dividen (Danrough dan Stoughton, 1990). Studi empiris di BEJ dilakukan untuk meneliti : apakah terdapat perbedaan konsentrasi industri antara perusahaan dengan signaling berupa pengungkapan dengan dividen (hipotesis 1) dan apakah perusahaan dengan rasio konsentrasi industri tinggi lebih memilih signaling melaJui pengungkapan daripada dividen (hipotesis 2).
Penelitian ini tidak berhasil mendukung kedua hipotesis. Model regresi menguji variabel dependen indeks pengungkapan sukarela dan menunjukkan variabel rasio konsentrasi industri tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian ini antara lain: Perlama, seluruh perusahaan sampel di sektor manufaktur tergolong oligopoli dengan rasio konsentrasi di atas 40% (Martin, 1994) schingga perbedaan konsentrasi tidak signifikan. Kedua, mayoritas perusahaan sampel memberi sinyal lewat dividen. Kenaikan dividen lebih dipercaya sebagai sinyal positif dari manajemen. Ketiga, luas pengungkapan akuntansi sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki keunggulan dalam persaingan belum berkembang sebagai signaling yang Iebih dipercaya publik.
Firms with certain industry concentrution sliles ratio either low or high) choose signaling mechanisms which support competitiveness in market (Gelb, 2000). Firms in industries with high concentration ratio disc1ose relatively more items in Annual Report while those in industries with low concentration ratio prefer dividend increase signaling (Darrough and Stoughton, ] 990). This empirical study in Jakarta Stock Exchange aims to find evidence whether: there is a difference in concentration ratio level between firms with disclosures and dividend signaling (hypothesis I) and finns in industries with high concentration ratio prefer signaling through disclosures to dividend (hypothesis 2).
This empirical study supports neither hypothesis 1 nor hypothesis 2. Regression model with disclosures index as dependent variable shows that concentration ratio is solely the insignificant independent variable. The conclusions are: first, sampling firms operate in oligopolies market indicated by concentration ratio above 40% (Martin, 1994). Second, most sampling firms rely on dividend signaling which are more favorable to investors. Third, extensive disclosures which convey publicly available information are not reliable enough to investors due to inability to reflect private information
Kata Kunci : signaling, pengungkapan, dividen, konsentrasi industri