Analisis Pengaruh Jumlah Wajib Pajak, Jumlah SPT, Jumlah SSP, dan Pemeriksaan Pajak terhadap Penerimaan Pajak penghasilan orng Pribadi (studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Yogyakarta)
PARAMITA, CAROLINE RADISTA (Pembimbing: Herman, legowo, Drs., M.Si.), Herman, legowo, Drs., M.Si.
Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang utama yang berfungsi dalam membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan negara, menyelenggarakan program kepentingan masyarakat, meningkatkan kinerja pemerintahan. Dari beberapa jenis pajak, pajak penghasilan merupakan jenis pajak yang memiliki kontribusi terbesar dalam meningkatkan penerimaan pajak. Kebijakan dan upaya internal perpajakan pun akan terus mengarah pada peningkatan penerimaan pajak. Sistem pemungutan pajak penghasilan (PPh) di Indonesia menggunakan sistem self-assessment yang berarti Wajib Pajak menghitung,membayar, dan melaporkan sendiri pajak terhutangnya kepada KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Salah satu konsekuensi dari penerapan sistem ini adalah dibutuhkannya pemeriksaan pajak untuk mengawasi penerapan sistem self-assessment dan kebijakan perpajakan lain. Penerapan sistem self-assessment dapat dicerminkan melalui jumlah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar, SPT yang dilaporkan, SSP yang disetor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh jumlah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar, jumlah SPT yang dilaporkan, jumlah SSP yang disetor, dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan PPh Orang Pribadi serta menganalisis variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap penerimaan PPh Orang Pribadi.
Sampel penelitian ini adalah data yang terlapor pada KPP Pratama Yogyakarta selama 3 tahun, yaitu dari bulan Januari 2008 sampai dengan Desember 2010. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan uji F, variabel WPOP terdaftar, SPT yang dilaporkan, SSP yang disetor, dan pemeriksaan pajak secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan PPh Orang Pribadi. Selanjutnya berdasarkan uji t dari hasil analisis berganda secara parsial, variabel SSP yang disetorkan merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap penerimaan PPh Orang Pribadi.
Tax is one of the main source of state revenue which has function to financing state expense, either for routine or development expenditure, fulfill public interest, and increasing the government performance. Among the other tax type, income tax has the highest contribution in increasing the tax revenue. Tax policies and other internal tax efforts always leads to the increasing of the tax revenue. The government in 1983 applying Self-Assessment System in collecting tax, that enforce the taxpayer to count, pay, and report their tax obligation to the tax service office by themselves. One of this system consequence is the need of tax inspection to monitor and control the implementation of self-assessment system and other tax policies. The application of this system can be reflected by the amount of registered tax payer, reported SPT, and SSP. The research purpose is to analyze the influence of the amount of registered personal tax payer, reported monthly SPT PPh, SSP PPh, and tax inspection on personal income tax revenue, and define the variable that have the highest influence on personal income tax revenue.
This research uses secondary data, that is reported data to the Pratama Tax Service Office, Yogyakarta for three years, since Januari 2008 until Desember 2010. The research uses multiple regression, F-test, t-test, and coefficient determination test. Based to the F test result from the regression analysis, the independent variables together affect the dependent variable significantly. Then, based to the t-test from the regression analysis, SSP variable is the most dominant variable in influencing the income tax revenue..
Kata Kunci : Tax payer, SPT, SSP, Tax Inspection, Tax Revenue, Wajib Pajak, SPT, SSP, Pemeriksaan Pajak, Penerimaan Pajak