Dampak Impor Terhadap Kesejahteraan Petani Di Indonesia Periode 1970-2011
PANGIHUTAN, MUTO (Adv.: R.M. Gunawan Sumodiningrat, Prof., Dr., M.Ec.), R.M. Gunawan Sumodiningrat, Prof., Dr., M.Ec.
Beras mempunyai peran yang sangat penting di Indonesia, terutama sebagai sumber makanan. Harga beras domestik di Indonesia yang masih cukup tinggi, bahkan tertinggi di Asia Tenggara membuat pemerintah melakukan impor beras untuk mengurangi harga beras domestik yang ada. Malian (2004) menyatakan bahwa harga beras domestik dapat menjadi indikator kesejahteraan petani di Indonesia, sehingga penurunan harga beras yang dikatakan berakibat dari impor dapat menyebabkan Nilai Tukar Petani menurun. Penelitian ini menemukan bahwa impor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga beras domestik, dengan menggunakan model Two Stage Least Square (2SLS), peneliti menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi harga beras domestik periode 1970-2011 disebabkan oleh harga dasar gabah, harga jagung pipilan dan nilai tukar riil, sedangkan impor tidak mempengaruhi harga beras domestik secara signifikan.
Rice had an important role in Indonesia, especially for food source. Domestic rice price in Indonesia still high, especially in South East Asia, this made goverment to do rice import to reduce domestic rice price. Malian (2004) said that domestic rice price had become an indicator of farmer welfare in Indonesia, then the decrease of rice price from import made farmer terms of trade decrease. This research found that import didnÂ’t affect significantly toward domestic rice price, with two stage least square method, researcher found out that influencing factors of domestic rice price from 1970-2011 was floor unhulled paddy price, corn price and real exchange rate. Import didnÂ’t significantly affect domestic rice price significantly.
Kata Kunci : domestic rice price, import, farmer welfare, two stage least square, harga beras domestik, impor, kesejahteraan petani