Laporkan Masalah

Analisis pengaruh Kinerja Keuangan Dan Kesehatan Bank dengan Menggunakan Rasio Camel Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Jakarta periode 2007-2009

PANDAPOTAN, REINHARD DAVID (pembimbing: Harimurti Subanar, Drs., M.M.), Harimurti Subanar, Drs., M.M.

2011 | Skripsi | S1 Management

Peranan bank sangatlah penting bagi perekonomian suatu negara, yaitu berperan sebagai lembaga intermediasi, memberikan jasa lalu lintas, serta sebagai sarana dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Karena peranan yang penting tersebut maka Bank Indonesia sebagai bank sentral melakukan pengawasan terhadap kinerja perbankan dan mengeluarkan peraturan sebagai upaya menciptakan kesehatan sistem perbankan. Pada 12 April 2004 BI merumuskan metode penilaian tingkat kesehatan bank dengan menggunakan rasio CAMEL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kinerja keuangan dan kesehatan bank dengan menggunakan rasio CAMEL terhadap return saham perbankan pada periode 2007-2009.

Rasio CAMEL dalam penelitian ini direpresentasikan oleh rasio CAR, NPL, NIM, ROA, BOPO, dan LDR yang selanjutnya dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel independen. Sedangkan return saham perbanakan digunakan sebagai variabel dependen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 21 bank umum yang listing di BEI. Alat analisis yang digunakan untuk membuat hipotesis dalam penelitian ini adalah t-test dan F-test dalam bentuk data keseluruhan tahun.

Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan kinerja keuangan dan kesehatan bank dengan menggunakan rasio CAMEL secara bersama-sama terhadap return saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009. Secara individu masing-masing rasio CAMEL yang direpresentasikan oleh NPL, NIM, NPL, ROA, BOPO, dan LDR juga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009.



The role of banks is very important to the economy of a country, which acts as an intermediary institution, providing traffic services, as well as a means of implementing monetary policy. Because of the important role that the Bank Indonesia as the central bank to supervise the performance of the banking and issuing regulations as an effort to create the health of the banking system. On 12 April 2004 BI formulate methods of rating the health of banks using CAMEL ratios. This study aims to analyze how the influence of financial performance and health of banks using the CAMEL ratios of return on bank stocks in the period 2007-2009.

CAMEL ratios in this study represented by the CAR, NPL, NIM, ROA, BOPO, and LDR hereinafter in this study are used as independent variables. While the banking stock return used as the dependent variable. The sample used in this study were 21 commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Analysis tools used to make the hypothesis in this study were t-test and F-test in the form of a whole year of data.

The analysis conducted showed that there is no significant influence financial performance and health of banks using the CAMEL ratios together to return the banking stocks in the Indonesia Stock Exchange 2007-2009 period. Individually each CAMEL ratios are represented by the NPL, NIM, NPL, ROA, BOPO, and LDR also has no significant effect on bank stock returns in Indonesia Stock Exchange 2007-2009 period.

Kata Kunci : kebijakan moneter, Kinerja Perbankan, return saham, rasio CAMEL, kinerja keuangan, kesehatan bank, financial performance, CAMEL ratios, capital return


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.