Laporkan Masalah

Analisis Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap Penerimaan Daerah: studi kasus kota Yogyakarta periode tahun 2001-2005

Pamungkas, Adityo, Dra. Christiana Suparmi, S.U.

2008 | Skripsi | S1 Economics

Tantangan pembangunan nasional yang semakin besar menyebabkan beban pemerintah pusat dalam membiayai pembangunan meningkat, karena sumber pendapatan dari minyak dan gas semakin terbatas sejak oil boom berakhir pada awal tahun 1980-an. Hal tersebut menyebabkan pemerintah pusat membuat keputusan untuk membagi beban yang lebih merata kepada daerah dalam membiayai pembangunan dengan memberlakukan otonomi daerah. Kota Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang menjalankan kebijakan otonomi, berusaha untuk membiayai pembangunan dengan meningkatkan kemampuan dalam bidang keuangan melalui pajak. Salah satu sumber penerimaan dari pajak yang potensial untuk ditingkatkan adalah Pajak Bumi dan Bangunan, maka penulis membuat penelitian yang berjudul Analisis Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Terhadap Penerimaan Daerah (Studi Kasus: Kota Yogyakarta Periode Tahun 2001-2005). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung: 1). Pertumbuhan realisasi PBB, Dana Perimbangan, dan Pendapatan Daerah; 2). Kontribusi PBB terhadap Dana Perimbangan; 3). Kontribusi PBB terhadap Pendapatan Daerah; 4). Tingkat Efisiensi dan Efektivitas pemungutan PBB; dan 5). Mengetahui upaya dan strategi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan penerimaan PBB dengan menggunakan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman). Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan data-data sekunder yang diperoleh dari kantor BPS, KPPD, dan BPKD Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan PBB rata-rata 17,35%, Dana Perimbangan rata-rata 15,54%, dan Pendapatan Daerah rata-rata 15,10% selama periode tahun 2001-2005. Rata-rata kontribusi PBB terhadap Dana Perimbangan 6% dan rata-rata kontribusi PBB terhadap Pendapatan Daerah 4,31%. Analisis Efisiensi menunjukkan pemungutan PBB sangat efisien yaitu antara 6,26%-8,43%, sedangkan analisis efektivitas menunjukkan kinerja yang sangat efektif dalam pemungutan PBB yaitu antara 106,77%-143,88%. Analisis SWOT menghasilkan strategi 1). Memberikan himbauan, penyuluhan, dan sosialisasi sistem PBB; 2). Membentuk tim khusus untuk mengoperasikan sistem informasi Mapatda; 3). Memberikan insentif dan upah pungut yang lebih tinggi kepada mitra kerja; 4). Memberikan alokasi dana tambahan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Kata kunci : PBB, Penerimaan Daerah, Otonomi Daerah, Efisiensi, Efektivitas, Analisis SWOT.

The increasing challenges on national development cause greater responsibility for the central government for development process, because oil and gas resources are decreasing since the oil boom ended in the early 1980s. This causes the central government decided to share even responsibility to the local government by applying region autonomy. Yogyakarta, as one of the region who runs the autonomy policy, tries to finance the development by improving the ability of the financial sector through taxes. One of the tax revenue sources that can be relied on is the Land and Building Tax (hereafter called PBB), hence the authors entitled this research with "Land and Building Tax (PBB) Contribution on Regional Revenue Analysis (Case Study: Yogyakarta, 2001-2005)". This study is aimed to calculate: 1). PBB growth realization, Balanced Funds and Regional Revenue; 2). PBB contribution on Balanced Funds; 3). PBB contribution on Regional Revenue; 4). The level of efficiency and effectiveness on PBB collection process; and 5). Knowing the effort and the strategy of local government in increasing PBB revenue by using the SWOT components analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Research method used is Descriptive method with secondary data obtained from the BPS, KPPD, and BPKD offices in Yogyakarta. The research shows the PBB growth at the average of 17.35%, average Balanced Funds at 15.54%, and average Regional Revenue at 15.10% during the year of 2001-2005. The average contribution shared by PBB to Balanced Funds is 6% and the average contribution shared by PBB to Regional Revenue is 4.31%. Efficiency analysis of PBB collection is very efficient; it is ranging between 6.26%-8.43%, while effectiveness analysis shows that the performance is very effective; it is ranging between 106.77%-143.88%. The SWOT Analysis is resulting the following strategies: 1). Giving advices, counseling and socialization about PBB system; 2). Forming special team to operate Mapatda system information; 3). Provide incentives and higher wages charges to our partners; 4). Giving additional funds allocation for facilities and infrastructure maintenance.

Kata Kunci : Perpajakan; PBB; Pajak Bumi dan Bangunan; Penerimaan Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.