Analisa efektivitas pendapatan retribusi dinas peternakan perikanan dan kelautan DKI Jakarta
Paina (Adv.: Drs. M. Irfan Nursasmito, M.Si.,Ak), Drs. M. Irfan Nursasmito, M.Si.,Ak
Salah satu sumber pembiayaan bagi kegiatan penanggulangan Hewan ternak di DKI Jakarta adalah dari penerimaan retribusi pemeriksaan kesehatan temak. Namun dalam kenyataannya potensi retribusi yang ada belum tergali secara optimal sehingga target penerimaan retribusi belum dapat terpenuhi sesuai dengan potensi yang ada.Hal ini disebabkan antara lain belum optimalnya tingkat retribusi dan struktur pembiayaan yang tinggi.
Penulisan ini ingin menganalisa bagaimana efektivitas retribusi kesehatan temak di dinas Petemakan, perikanan dan kelautan DKI Jakarta. Apakah sudah efektif dalam mengukur hasil pungut dari PAD (retribusi/pajak daerah) dan target yang telah ditetapkan, kemampuan dari unit organisasi dalam mengelola retribusi untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Dengan membandingkan realisasi pendapatan retribusi dengan target retribusi dan biaya operasionalnya.
Penulisan menggunakan metode deskripsi analisa. Subyek penulisan adalah efektivitas pemeriksaan kesehatan hewan di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta, sedangkan unit analisa adalah Subdi Kesehatan hewan dan masyarakat veteriner serta PD. dharma jaya yang meliputi tiga tempat wilayah di Jakarta.Data primer didapat dari wawancara langsung dengan pejabat di lingkungan Dinas Peternakan,Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta, sedangkan data sekunder diperoleh dari study kepustakaan dan penelusuran dokumen yang ada hubungan dengan retribusi kesehatan trnak
Teori yang digumakan adalah teori tentang barang publik dan barang pribadi sebagai dasar untuk menentukan apakah suatu pelayanan dibiayai dengan pajak atau dengan retribusi. Kebijakan mengenai tarif retribusi dapat diambil pemerintah di atas biaya atau di bawah biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan pelayanan. Retribusi di bawah biaya umumnya diambil bila pelayanan pada dasarnya adalah suatu publik goods,apabila pelayanan sebagaian swasta dan sebagian lagi pemerintah, pelayanan private goods yang dapat disubsidi karena merupakan dasar kebutuhan manusia
Hasil penulisan menunjukan bahwa realisasi pendapatan retribusi kesehatan temak tidak mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Peternakan perikanan dan kelautan DKI Jakarta. Dengan mengacu pada hasil realisasi pendataan masih jauh di banding dengan pengeluaran yang lebih tinggi.
Dari hasil penelitian ini disarankan agar memperbaiki kinerja pegawai dan meningkatkan sumber daya serta memperbaiki mental pegawai melakukan pembinaan, menggali potensi, pengawasan dan penertipan, mensosialisasikan kepada masyarakat serta kerjasama dengan instansi terkait, sehingga diharapkan penerimaan retribusi daerah akan lebih baik dan efektif dalam operasional pelayanan retribusi.
Kata Kunci : Retribusi daerah, pajak daerah, penertiban, penetapan tariff retribusi, efektifitas retribusi.