Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing pada Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Jakarta

Pahlevi, Elfandrani Yuanita , Drs. L. Suparwoto, M.Sc., Ak.

2007 | Skripsi | S1 Accounting

Menerbitkan saham merupakan salah satu langkah yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, baik untuk ekspansi maupun kegiatan operasi. Perusahaan emiten yang baru pertama kali menjual sahamnya ke publik melalui pasar primer dikatakan melakukan Initial Public Offering (IPO). Di pasar primer, perusahaan emiten dan underwriter bernegosiasi menentukan harga penawaran perdana saham. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga penawaran perdana saham antara lain perkiraan aliran kas perusahaan emiten di masa mendatang dan rasio penilaian perusahaan lain yang sejenis. Setelah melakukan IPO, saham perusahaan emiten memasuki pasar sekunder. Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu berdasarkan penawaran dan permintaan antar investor. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan saham antara lain kinerja perusahaan emiten, tingkat suku bunga, inflasi, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik.



Harga saham perusahaan pada saat penutupan hari pertama di pasar sekunder memiliki kecenderungan meningkat dibandingkan pada saat IPO. Underpricing merupakan kejadian yang merugikan bagi perusahaan emiten karena perusahaan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan aliran dana yang lebih besar dari penjualan saham di pasar primer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing pada perusahaan yang go public di BEJ. Variabel independen yang diuji adalah Return on Assets (ROA), financial leverage, dan reputasi auditor. Penelitian ini menguji apakah Return on Assets (ROA), financial leverage, dan reputasi auditor berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2000-2006. Sampel yang digunakan adalah semua perusahaan yang melakukan IPO dalam kurun waktu tahun 2000-2006 dan mengalami underpricing. Sampel diambil dari berbagai jenis industri yaitu manufaktur, perdagangan, jasa, dan keuangan. Sampel yang memenuhi syarat untuk diteliti berjumlah 85 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu mengambil sampel sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk mencapai tujuan penelitian. Kriteria yang digunakan untuk penentuan sampelnya adalah: (1) Melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2000-2006. (2) Mengalami peningkatan harga saham pada saat penutupan hari pertama di pasar sekunder dibandingkan dengan pada saat penawaran perdana. (3)Mencantumkan nama Kantor Akuntan Publik (KAP) yang melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan pada prospektus perusahaan.

Kata Kunci : Underpricing; Perusahaan Go Public; Bursa Efek; Pasar Modal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.