Evaluasi sistem pengukuran kinerja untuk memotivasi pembangunan human capital dalam menempatkan perusahaan pada posisi kompetitif Studi Kasus pada KAP Ernst & Young, Hanadi, Sarwoko & Sandjaja
Octarina Indarwati Atiek (Pembimbing: Drs.Mulyadi.,M.Sc ), Drs.Mulyadi.,M.Sc
2000 | Skripsi | S1 Accounting
Sekarang ini, kita berada di empat jaman sekaligus, yaitu: jaman globalisasi ekonomi, jaman teknologi informasi, jaman strategic quality management, dan jaman revolusi manajemen. Daiam menghadapi keempat jaman tersebut, sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat strategis di dalam organisasi. Pekerjaan berubah menjadi knowledge based-works (pengetahuan menjadi basis untuk melaksanakan pekerjaan) sehingga pekerjaan berubah menjadi kompleks, terintegrasi, dan sarat dengan ilmu pengetahuan. Knowledge workers tidak lagi dapat dengan mudah digantikan oleh karyawan lain, sehingga manajemen perlu mengelola knowledge workers dengan intellectual assets-nya sebagai kekayaan penting organisasi perusahaan di masa depan. Dalam pasar yang kompetitif organisasi harus melaksanakan improvement dengan tingkat kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing. Peningkatan kualitas human capital merupakan langkah awal yang harus diambil perusahaan jika perusahaan ingin mengurangi biaya dan/atau meningkatkan produktivitas secara signifikan untuk melipatgandakan kinerjanya. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa sumber utama pemborosan dan rendahnya produktivitas adalah kualitas sumber daya manusia. Human capital didefinisikan sebagai hasil kali hasil kali employee capability dengan employee commitment. Kapabilitas karyawan ditentukan oleh apa yang ada di dalam kepala karyawan: pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, dan motivasi setiap karyawan secara individual dalam pekerjaannya. Dengan memiliki kapabilitas, diyakini bahwa karyawan akan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Komitmen karyawan ditentukan oleh apa yang ada di dalam hati karyawan. Karyawan yang berkomitmen akan mencurahkan energi emosional dan perhatiannya ke perusahaan.Dalam menghadapai persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus mempunyai perencanaan sumber daya manusia yang mampu merespon kebutuhan di masa yang akon datang kebutuhan. Perusahaan harus mempunyai pengukuran kinerja yang strategik. Pengukuran kinerja yang dilakukan sekarang harus mempunyai implikasi pada pemenuhan kebutuhan SDM di masa yang akan datang. Perusahaan harus mampu mengukur kapabilitas dan komitmen karyawan yang ada sekarang. Segala kemampuan yang ada sekarang (berdasar hasil pengukuran) harus diarahkan pada peningkatan kemampuan yang dibutuhkan di masa depan.
Kata Kunci : sistem pengukuran kinerja , human capital,evaluasi sistem pengukuran kinerja