Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PERSONAL AUDITOR, PENERIMAAN PERILAKU DISFUNGSIONAL, DAN KUALITAS AUDIT

OCTAMY, UPIK, Dr. Kumalahadi, M.Si., Ak.

2008 | Tesis | S2 Magister Accountancy

Pemeriksaan atas informasi keuangan pemerintah harus dapat memberikan keyakinan dan jaminan akan kewajaran dan reliabilitas informasi yang disajikan, sehingga audit yang dilakukan harus berkualitas. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa perilaku disfungsional auditor seperti melewatkan dan mengganti prosedur audit, serta menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan dengan waktu pribadi mereka memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas audit. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku disfungsional auditor adalah karakteristik personal auditor. Penelitian ini menganalisis hubungan antara karakteristik personal auditor, penerimaan auditor terhadap perilaku disfungsional dalam audit, dan kualitas audit.


Menggunakan teknik model persamaan struktural (SEM) yang mengkombinasikan prinsip-prinsip analisis faktor dan regresi berganda dalam satu prosedur, hasil survei terhadap 120 auditor BPK Perwakilan di Pulau Jawa menunjukkan bahwa locus of control eksternal, dan keinginan berpindah memiliki hubungan positif dengan penerimaan perilaku disfungsional, sedangkan kinerja memiliki hubungan terbalik dengan penerimaan perilaku disfungsional. Penerimaan perilaku disfungsional sebagai indikator perilaku disfungsional aktual, berhubungan negatif dengan kualitas audit.

Hasil ini menyatakan bahwa karakteristik personal auditor memiliki peran dalam mengidentifikasi perilaku disfungsional yang dapat menurunkan kualitas audit.

The examination of governments' financial information should have an assurance of the fairness and reliability of those information, therefore the audit will be of quality. Many cases show that the auditors' dysfunctional behavior, such as premature sign-off, replacing and altering original audit procedures, and underreporting of audit time, have adversely affect the audit quality. Among the contributing factors to such dysfunctional behavior is the personal characteristic of the auditor. This research seek to analyze the relationship among auditors' individual characteristics, auditors' acceptance of dysfunctional audit behavior, and audit quality.


Using a structural equation modeling technique which combines the principles of factor analysis and multiple regression in one procedure, survey results from 120 BPK Perwakilan auditors in Java Island indicate that external locus of control and turnover intention have a significant positive relationship with auditors' acceptance of dysfunctional audit behavior, while the auditors' performance has an adverse relationship. Auditors' acceptance of dysfunctional audit behavior as indicators of actual dysfunctional behavior, has inversely related to audit quality. These results suggest that auditors' personal characteristic play a role in identifying dysfunctional behavior that leads to the reduction in audit quality.

Kata Kunci : Locus of control, kinerja, keinginan berpindah, penerimaan perilaku disfungsional audit, dan kualitas audit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.