Measuring the Effects of Consumer Switching Cost on Swirching Intention in Yogyakarta Mobile Telecomunication Service
Nuryoto, Awang (Adv.: Bayu Sutikno, S.E., MSM.), Bayu Sutikno, S.E., MSM.
Era globalisasi saat ini menyebabkan persaingan dalam industri komunikasi menjadi semakin kompleks. Berbagai perusahaan menawarkan keunggulan produk masing-masing untuk dapat memenangkan persaingan. Bermacam tawaran yang menarik dari produsen menyebabkan pelanggan sering berpindah merek produk untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu faktor yang dapat digunakan perusahaan untuk
mengurangi niat berpindah merek (switching intention) konsumen adalah switching costs. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Menguji pengaruh procedural switching cost dalam mengurangi switching intention. 2)Menguji pengaruh financial switching cost dalam mengurangi switching intention. 3) Menguji pengaruh relational switching cost dalam mengurangi switching intention. Terdapat tiga hipotesis dalam penitian ini : 1) Dalam industri mobile telecommunication, perceived procedural switching costs berpengaruh negatif pada switching intention. 2) Dalam industri mobile telecommunication, perceived financial switching costs berpengaruh negatif pada switching intention. 3) Dalam industry mobile telecommunication, perceived relational switching costs berpengaruh negative pada switching intention. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna jasa services provider
mobile telecommunication di Yogyakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling, adapun teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden. Metode analisis data yang digunakan adalah regression analysis dengan SPSS 10 for windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis pertama dan hipotesis ketiga didukung sedangkan hipotesis kedua tidak didukung. Perceived procedural switching costs berpengaruh negatif pada switching intention. Perceived financial switching costs berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap switching intention. Perceived relational switching costs berpengaruh negatif pada switching intention. Implikasi dari penelitian ini, pihak manajemen services provider mobile telecomunication harus mengembangkan program switching costs lebih dari sekedar strategi mengurangi niat berpindah merek (switching intention) konsumen. Perusahaan diharapkan mampu memanfaatkan strategi switching costs untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Selain itu juga pihak services provider perlu melakukan riset-riset yang berkaitan dengan switching intention dan switching costs untuk mengetahui lebih banyak faktor-faktor apa saja yang mampu mempengaruhi niat berpindah merek (switching intention) konsumen.
Kata Kunci : switching intention, switching costs, Loyalitas pelanggan, Consumer Behavior, berpindah merek,