Konflik pekerjaan-keluarga perbandingan antara dual-career men dengan traditional-career men studi pada tenaga edukatif Universitas Gadjah Mada
NUR SEPTIANA, Sari Sitalaksmi, Ph.D
Penelitian ini didasarkan pada budaya collectivism dan masculinity di Indonesia yang dapat berpontensi untuk menimbulkan konflik pekerjaan-keluarga, khususnya pada tenaga edukatif di Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan anteseden dan konsekuensinya pada laki-laki dengan istri yang bekerja dan memiliki karir (dual-career men) dan laki-laki dengan istri yang tidak bekerja (traditional-career men). Konflik pekerjaan-keluarga merupakan konflik peran, dimana seorang individu memiliki peran ganda yang harus ia jalani secara bersamaan sehingga dapat menimbulkan pertentangan peran diantaranya. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda SEM berbasis varian, yaitu Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan anteseden dan konsekuensi yang diuji dalam model penelitian ini dan menariknya, dalam beberapa hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan anteseden dan konsekuensinya traditional-career men memiliki hubungan yang lebih besar dibandingkan dengan dual-career men. Penulis mengindikasikan bahwa konflik ini dapat diminimalisasi dengan adanya waktu kerja yang fleksibel , employee service seperti tempat penitipan anak, maupun dukungan sosial terhadap laki-laki yang berorientasi karir.
This research is based on the dimension of Indonesian's culture, which is collectivism and masculinity. This culture potentially affects work-family conflict, specially for lecturer in Universitas Gadjah Mada. This research examines differences in the antecedents and the consequences of work-family conflict for groups of a career-oriented men; those with a homemaker wife (called traditional-career men) and those with a spouse in a career-oriented job (called dual-career men). Work-family conflict is a form of interrole conflict that occurs when the demands of work and family are mutually incompatible in some respect. Using the Partial Least Square method, this research indicates that there is significant effect on the antecedents and consequences of work-family conflict in this research model and uniquely, in some effects on the antecedents and consequences of work-family conflict, traditional-career men has greater effects than dual-career men. The researcher indicates to minimize this conflict, there should be flexibility in the workplace such as flextime, employee service such as daycare, and social support for the male dual-career role.
Kata Kunci : Konflik Pekerjaan-Keluarga, Karir, Partial Least Square, Tenaga Edukatif, Work-Family Conflict, Career, Lecturer