Laporkan Masalah

Studi Evaluasi Tentang Efisiensi Perusahaan Manufaktur Sebelum Dan Sesudah Menjadi Perusahaan Publik

NUROFIK (Adv.: Mardiasmo, Drs., M.B.A.), Mardiasmo, Drs., M.B.A.

2016 | Tesis | S2 Accounting

Pengukuran efisiensi dipengaruhi oleh tujuan pengukurannya yang mencakup untuk apa dan untuk siapa pengukuran efisiensi tersebut dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris bahwa go public mempunyai dampak positif yang mendorong peningkatan efisiensi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam penelitian ini dilakukan pembandingan antara efisiensi (relatif) perusahaan sebelum dan sesudah menjadi perusahaan publik. Efisiensi relatif perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran efisiensi teknis (berdasarkan konsep akuntansi konvensional) dan ukuran efisiensi ekonomik (berdasarkan pendekatan nilai tambah). Ukuran efisiensi teknis yang digunakan meliputi:(1) return on equity (sudut pandang pemegang saham),(2) return on permanent capital (sudut pandang pemegang saham dan kreditor), dan (3) return on assets (sudut pandang perusahaan). Ukuran efisiensi ekonomik yang digunakan meliputi:(1) nilai tambah per total biaya bahan baku dan penolong yang digunakan, (2) nilai tambah per rupiah tenaga kerja langsung, (3) nilai tambah per total biaya produksi, (4) nilai tambah per total modal sendiri, dan (5) nilai tambah per total aktiva yang ditanam. Penentuan efisiensi untuk setiap ukuran tersebut didasarkan pada dua laporan keuangan tahunan perusahaan sebelum menjadi perusahaan publik dan dua laporan keuangan tahunan perusahaan sesudah menjadi perusahaan publik (dua tahun sebelum dan sesudah menjadi perusahaan publik). Pembandingan antara efisiensi perusahaan sebelum dan sesudah menjadi perusahaan publik dilakukan untuk setiap ukuran efisiensi yang digunakan dalam penelitian ini. Selanjutnya untuk setiap ukuran efisiensi tersebut pembandingan antara efisiensi sebelum dan sesudah menjadi perusahaan publik dilakukan antar waktu yang meliputi: (1) efisiensi tahun pertama sebelum dengan tahun pertama sesudah menjadi perusahaan publik, (2) efisiensi tahun pertama sebelum dengan tahun kedua sesudah menjadi perusahaan publik, (3) efisiensi tahun kedua sebelum dengan tahun pertama sesudah menjadi perusahaan publik, (4) efisiensi tahun kedua sebelum dengan tahun kedua sesudah menjadi perusahaan publik. Teknik analisis statistik yang digunakan untuk menguji perbedaan efisiensi antara sebelum dan sesudah menjadi perusahaan publik adalah uji-t untuk observasi berpasangan (paired observation). Uji-t dilakukan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian efisiensi teknis menunjukkan bahwa efisiensi perusahaan manufaktur sesudah menjadi perusahaan publik lebih balk dibandingkan dengan sebelum menjadi perusahaan publik, keculai untuk: (1) efisiensi berdasarkan sudut pandang pemegang saham (pada pembandingan efisiensi tahun pertama sebelum dengan tahun pertama sesudah menjadi perusahaan publik dan tahun pertama sebelum dengan tahun kedua sesudah menjadi perusahaan publik); dan (2) Efisiensi berdasarkan sudut pandang perusahaan. Hasil pengujian efisiensi ekonomik menunjukkan bahwa efisiensi perusahaan sesudah menjadi perusahaan publik lebih baik dibandingkan dengan sebelum menjadi perusahaan publik, kecuali untuk: (1) efisiensi berdasarkan nilai tambah per rupiah bahan baku dan penolong; (2) efisiensi berdasarkan nilai tambah per rupiah tenaga kerja langsung (pada pembandingan efisiensi tahun pertama sebelum dengan tahun kedua sesudah menjadi perusahaan publik, tahun kedua sebelum dengan tahun pertama sesudah menjadi perusahaan publik, dan tahun kedua sebelum dengan tahun kedua sesudah menjadi perusahaan publik; dan (3) efisiensi berdasarkan nilai tambah per total aktiva.

Efficiency measurement is influenced by its purposes including: For what and for whom the efficiency measurement was done. The purpose of this research is to prove empirically that go public has positive impact which supports the increase of the company efficiency. To achieve the purpose, in this research we compared the relative efficiency of the company before and after go public. The relative efficiency of the company was established based on the technical efficiency measurement (based on the concept of the conventional accounting) and the economical efficiency measurement (based on the value-added approach). The technical efficiency measurement used included: (1) return on equity (the point of view of the stockholders), (2) return on permanent capital (the point of view of the stockholders and creditors), and (3) return on assets (the point of view of the company). The economical efficiency measurement used included: (1) the value-added per rupiah of the raw material used, (2) the value-added per rupiah of the direct labor, (3) the value-added per total cost of production, (4) the value-added per total stockholders equity, and (5) the value-added per total assets. The efficiency establishment for each of the measurement was based on the two annual financial statements before go public and two annual financial statements after go public (two years before and after go public). The comparing efficiency between before and after go public was done for every efficiency measurement used in this research. Thereafter, for every efficiency measurement, the comparing efficiency between before and after go public was done including: (1) efficiency of the first year before with the first year after go public, (2) efficiency of the first year before with the second year after go public, (3) efficiency of the second year before with the first year after go public, (4) efficiency of the second year before with the second year after go public. The technique of statistical analysis which is used to examine the differences of efficiency before and after go public is t-test for paired observation. T-test were applied at 5% significant level. The result of technical efficiency tests showed that the efficiency after go public was better if it was compared to that before go public, except for: (1) the efficiency based on the point of view of the stockholders (on the comparing of the first year before with the first year after go public and the first year before with the second year after go public), and (2) the efficiency based on the point of view of the company. The result of the economical efficiency test showed that the efficiency after go public was better if it was compared to that before go public, except for: (1) the efficiency based on the value-added per rupiah of the raw material used, (2) the efficiency based on the value-added per rupiah of the direct labor (on the comparing of the first year before with the second year after go public, and the second year before with the first year after go public, and the second year before with the second year after go public), and (3) the efficiency based on the value-added per total assets.

Kata Kunci : Pengukuran efisiensi, efisiensi berdasarkan nilai tambah per rupiah tenaga kerja langsung, efisiensi berdasarkan nilai tambah per total aktiva, observasi berpasangan, paired observation, nilai tambah per total biaya bahan baku dan penolong yang digunakan,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.