Laporkan Masalah

Pengujian Pecking Order Theory dan Target Adjustment Trade-Off Theory: Analisis pada Perusahaan-Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ

Nurlailia, Septima (Pembimbing : Dr. Suad Husnan, MBA), Dr. Suad Husnan, MBA

2007 | Skripsi | S1 Management

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku pendanaan perusahaan berdasarkan dua aliran teori yaitu Pecking Order Theory dan Target Adjustment Trade off Theory, serta melakukan pengujian terhadap kedua teori tersebut terhadap perilaku pendanaan dari perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode 2001-2005 untuk melihat teori manakah yang mampu memberikan penjelasan kuantitatif yang paling memuaskan dari perilaku pendanaan perusahaan-perusahaan tersebut. Target Adjustment Trade-off Theory berasumsi bahwa perusahaan menentukan sebuah target rasio hutang yang optimal dengan menyeimbangkan biaya dan manfaat dari penggunaan hutang tersebut. Sedangkan Pecking Order Theory beranggapan bahwa perusahaan tidak memiliki target rasio hutang tertentu, tetapi perusahaan memiliki preferensi urutan sumber pendanaan yang berdasarkan resiko, yaitu dimulai dari dana internal laba ditahan, diikuti dana ekstemal yaitu hutang dan ekuita~;.

Sampel yang digunakan adalah 40 perusahaan manufaktur yang tercatat di BEJ selama periode 2001-2005. Pengujian dilakukan dengan analisis cross sectional dan pooled data. Hasil dari model regresi diuji dengan menggunllam uji statistik yaitu Uji Signifikansi Parameter Individual (t-test). Sedangkan kemampuan model dalam menjelaskan variabel depellden yaitu perubahan hutang jangka panjang dibagi dengan total aset dari masing-masing model prediksi dilihat dari besarnya nilai koefisien determinasi masing-masing model.

Hasil regresi dari pecking order model untuk pooled data menunjukkan hasil koefisien regresi yang positif dan signifikan yaitu 0.367. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada periode 2001-2005 pecking order theory berlaku, dimana perusahaan memiliki preferensi urutan sumber pendanaan berdasarkan resiko. Basil regresi dari Targer Adjustment Trade off M'Jdel untuk pooled data juga menunjukkan hasil koefisien regresi yang positif dan signifikan yaitu 0.199. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada periode 2001-2005 target adjustment-trade-off theory berlaku, dimana perusahaan memiliki suatu target rasio hutang yang optimal dan senantiasa bergerak mendekati target rasio hutang yang optimal tersebut.

Secara keseluruhan, pecking order model memberikan penjelasan kuantitatif yang lebih memuaskan daripada target adjustment trade-off model karena regresi dari pecking order model memiliki koefisien determinasi yang lebih besar daripada target adjustment model. Hal tersebut menunjukkan bahwa pecking order model lebih sesuai dengan data dalam penelitian ini dan mampu menunjukkan hubungan yang lebih kuat antara variabel independen dan dependen dalam persamaan tersebut.

Kata Kunci : Pecking Order Theory, Target Adjustment Trade of Theory, deficit financial, Target Adjustment, target rasio hutang yang optimal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.