Laporkan Masalah

Pengaruh tingkat karismatik pimpinan atasan terhadap kepercayaan dan kepusan kerja karyawan dengan respek sebagai variabel pemediasi: studi pada Maja Wana Jepara

Nurhayati, Dra. Diah Retno W., MBA

2006 | Skripsi | S1 Management

Setiap organisasi memiliki suatu kunci kesuksesan yang berbeda-beda dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu kunci kesuksesan suatu organisasi tidak hanya terletak pada sumberdaya yang tersedia tetapi juga terletak pada bagaimana suatu sumberdaya tersebut mampu dialokasikan secara efektif dan efisien. Organisasi yang ingin menang dalam persaingan hams mampu mempunyai suatu visi dan misi yang jelas yang bisa dijadikan gambaran untuk setiap stakeholder dalam melakukan suatu tindakan. Adalah tingkat karismatik kepemimpinan atasan yang mampu memiliki visi serta misi yang luar biasa. Basis ketertarikan karyawan terhadap atasan karismatik adalah persepsi mereka bahwa atasan memiliki sesuatu yang luar biasa sehingga memberikan gambaran terhadap pemujaan yang tinggi serta respek terhadap atasan karismatik yang pada akhimya akan meningkatkan kepercayaan serta kepuasan keIja karyawan, karena atasan yang karismatik tidak hanya memberikanjanji-janji palsu.





Tujuan penelitian ini adalah: (1) menguji dan menganalisis pengaruh tingkat karismatik kepemimpinan atasan terhadap respek (2) menguji dan menganalisis pengaruh tingkat karismatik kepemimpinan atasan terhadap kepercayaan dengan respek sebagai variabel pemediasi dan (3) menguji dan menganalisis pengaruh tingkat karismatik kepemimpinan atasan terhadap kepuasan keIja dengan respek sebagai variabel pemediasi.





Sampel dalam penelitian ini adalah 120 karyawan Maja Wana yang diambil dari berbagai divisi. Metode sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah regression analysis dengan SPSS 11.5 for Windows sesuai dengan prosedur efek pemediasian dari Baron dan Kenny (1986).





Hasil penelitian menunjukkan dari tiga hipotesis yang diajukan, hipotesis pertama didukung, yaitu: tingkat karismatik kepemimpinan atasan berpengaruh secara positif terhadap respek. Hipotesis kedua didukung, yaitu: tingkat karismatik kepemimpinan atasan berpengaruh secara positif pada kepercayaan






dengan respek sebagai variabel pemediasi. Dan hipotesis ketiga pun didukung, yaitu: tingkat karismatik kepemimpinan atasan berpengaruh secara positif pada kepuasan kerja dengan respek sebagai variabel pemediasi.





Implikasi dari hasil penelitian tersebut adalah untuk menciptakan respek, kepercayaan serta kepuasan kerja karyawan adalah dengan meningkatkan perilaku kepemimpinan karismatik atasan, karena karyawan akan lebih termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra kepada atasan yang dipersepsikan oleh mereka sebagai atasan yang karismatik sehingga akan menciptakan kesuksesan bagi orgamsasl.

Kata Kunci : pengaruh karismatik pimpinan, kepercayaan dan kepuasan kerja karyawan, variabel pemediasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.