Laporkan Masalah

Day-Of-The Week Effect dan Strategi Investasi di BEJ: Kajian Return Saham Sektoral

Nurhamedi, Tasmil. (Adv.:Marwan Asri., Dr., MBA.), Marwan Asri., Dr., MBA.

2015 | Skripsi | S1 Extention - Management

Penelitian terdahulu tentang day-of-the week effect di BEJ menghasilkan kesimpulan yang sama, yaitu adanya pengaruh hari perdagangan terhadap return saham, baik menggu-nakan saham terpilih (Algifari, 1996) maupun saham gabungan atau IHSG (Wibisono dan Sukamto, 1998). Dalam penelitian ini, dikaji lebih lanjut keberadaan day-of-the week effect pada saham sektoral dan implikasi strategi investasi yang dapat diterapkan oleh investor, khususnya momentum investing atas temuan day-of-the week effect di BEJ. Sehingga masalah pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah; (1) apakah ada pengaruh yang signifikan hari perdagangan dan sektor industri terhadap return saham di BEJ ? dan (2) apakah ada perbedaan return saham yang signifikan dari berbagai strategi investasi berbasis hari perdagangan di BEJ ?



Untuk mengkaji hal ini digunakan data return saham harian yang dipilih secara purposive sampling, yaitu mengambil periode Januari 1996 — Juni 1997 sebagai sampel penelitian dengan pertimbangan adanya otomasi sistem perdagangan di BEJ pada tanggal 22 Mei 1995 dan penghitungan indeks sektoral per 2 Januari 1996, serta adanya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997. Dalam penelitian ini, sektor industri di BEJ menurut klasifikasi JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification) dikelompokkan ke dalam 4 sektor, yaitu sektor finansial, perdagangan, manufaktur (gabungan dari sektor industri dasar dan kimia, aneka industri dan industri barang konsumsi), dan sisanya dikelompokkan ke dalam sektor lain-lain dengan mempertimbangkan banyaknya emiten yang terdapat pada masing-masing sektor. Sedangkan strategi investasi berbasis hari perdagangan diterapkan dalam interval waktu empat hari perdagangan secara berurutan (annnual), yaitu hari tertentu pada periode t sampai dengan t+4, sehingga dengan 5 hari perdagangan di BEJ akan terbentuk 20 strategi investasi yang dapat diterapkan oleh investor.

Dalam menganalisis data penelitian digunakan metode analisis kuantiantif, yaitu analisis regresi, analisis variance (ANOVA) dan analisis LSD.

Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut;

1. Hari perdagangan dan sektor industri secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return saham di BEJ. Secara individual hanya hari perdagangan yang menun-jukkan pengaruh signifikan dan pengaruhnya tersebut untuk masing-masing sektor industri tidak berbeda-beda secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada masing-masing sektor industri di BEJ terdapat fenomena day-of-the week effect yang derajatnya tidak berbeda antara sektor industri yang satu dengan sektor industri yang lainnya.

2.Hari perdagangan yang berpengaruh signifikan terhadap return saham di BET adalah hari rabu, sedangkan hari-hari lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pada hari perdagangan rabu, kecenderungan return yang dihasilkan secara konsisten lebih tinggi dibanding hari-hari lainnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa return tertinggi di BEJ terjadi pada hari perdagangan rabu, sedangkan return terendah terjadi pada hari-hari lainnya, tidak mesti hari senin sebagaimana hasil penelitian Algifari.

3.Return yang dihasilkan dari strategi investasi berbasis hari perdagangan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kecenderungan return lebih tinggi dihasilkan dari strategi investasi yang mengunakan interval waktu tiga sampai empat hari (t+3 dan t+4), misalnya; beli saham hari senin dijual pada hari kamis atau jum'at. Dan sektor industri yang tetap konsisten menghasilkan return lebih tinggi (tidak terpengaruh) oleh penggunaan strategi investasi adalah sektor finansial dan sektor lain-lain.

Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian day-of-the effect saham sektoral di BEJ tersebut di samping memperkuat hasil penelitian terdahulu yang menggunakan saham gabungan (IHSG) dan saham terpilih, juga membawa implikasi penting pada beberapa penelitian tentang pasar modal di Indonesia yang umumnya menggunakan hari rabu sebagai nilai terminal, karena dianggap sebagai hari yang `wajar' dan terbebas dari fenomena week-end effect. Dari hasil penelitian ini, maka penggunaan hari rabu sebagai nilai terminal dengan anggapan dan argumentasi tersebut tidak memperoleh dasar pijakan yang kuat (meragukan), selain telah juga dibuktikan (misal; Hadi, 1996) bahwa di BEJ tidak ada fenomena week-end effect.

Kata Kunci : Investasi, Pasar Modal, Saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.