Analisa struktur pengendalian intern aktiva tetap (di Pt Telkom kadatel Jakarta selatan)
Nurhaeni (Adv:Dr.Mardiasmo,MBA), Dr.Mardiasmo,MBA
2001 | Skripsi | S1 Extention - Accounting
Aktiva tetap yang ada di PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Jakarta Selatan merupakan sarana produksi yang penting dalam usaha penyediaan jasa telekomu nikasi dan informasi. Nilai aktiva tetap tersebut cukup materiil (72 %) dari aktiva yang dimiliki. Penempatannya tersebar diseluruh lokasi pelanggan Kandatel Jakarta Selatan. Dengan meningkatnya permintaan pelanggan akan jasa telekomunikasi dan informasi, baik dari sisi kwantitas, kwalitas maupun jenisnya maka aktiva tetap yang dimilikipun secara bertahap dan berkesinambungan meningkat kapasitas dan tehnologinya.Memperhatikan hal diatas dan seiring dengan perkembangan perusahaan maka pengelolaan atas aktiva tetap akan semakin kompleks dan rumit. Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem pengendalian intern dalam pengelolaan aktiva tetap tersebut, terutama pada saat perencanaan perolehannya. Dengan adanya pengendalian intern aktiva tetap, diharapkan dapat diperoleh keyakinan yang memadai bahwa aktiva tetap sebagai sarana produksi dalam penyediaan jasa telekomunikasi dan informasi, dapat membantu manajemen dalam mencapai tujuannya. Meskipun demikian efektivitas penerapan pengendalian intern sangat ditentukan oleh iklim yang diciptakan lingkungan pengendalian.Disini penulis mencoba menganalisa struktur pengendalian intern atas pengelolaan aktiva tetap di Kandatel Jakarta Selatan, yaitu dengan cara membandingkan antara teori dan penerapannya. Dari analisa tersebut dapat diketahui bagaimana kondisi lingkungan pengendalian intern, sistem akuntansi dan prosedur pengendalian aktiva tetap yang ada di Kandatel Jakarta Selatan, serta seberapa jauh teori struktur pengendalian intern diterapkan Perlu diketahui bahwa data yang dikumpulkan dalam skripsi ini adalah data primer (langsung dari sumbernya melalui penelitian dan wawancara) dan data sekunder.Berdasarkan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum struktur pengendalian intern aktiva tetap telah diterapkan di Kandatel Jakarta Selatan. Meskipun demikian terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, antara lain: Pada sistem perolehan aktiva tetap (proyek aktiva tetap jaringan) melalui lelang, terdapat suatu proses yang tidak ada di pedoman kerja (QMS), yaitu mulai dari proses pengmman surat perintah mulai kerja (SPMK) kepada Vendor sampai dengan proses pengiriman pembuatan berita acara serah terima aktiva tetap.
• Belum ada kebijakan yang mengatur tentang pergantian secara periodik dan pembatasan masa jabatan pegawai yang dianggap rawan terhadap kemungkinan adanya tindak kecurangan. Misalnya Urusan Logistik.
• Perlu adanya pedoman mengenai pemanfaatan aktiva secara optimum selama umur ekonomis aktiva tetap.
Kata Kunci : struktur pengendalian intern,aktiva tetap,Telkom