Laporkan Masalah

NILAI TAMBAH KANDUNGAN INFORMASI RASIO ARUS KAS

Nur Fadjrih Asyik (adv. Dr. Suwardjono, M.Sc, Akt), Dr. Suwardjono, M.Sc, Akt

1998 | Tesis | S2 Accounting

Laporan arus kas tidak diwajibkan oleh generally accepted accounting principles (GAAP) sampai dikeluarkannya Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) No. 95 oleh Financial Accounting Standard Board (FASB). Pada tanggal 7 September 1994, Komite Standar Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 yang mengharuskan penyajian laporan arus kas untuk menggantikan laporan arus dana. Komite berpendapat bahwa laporan arts dam tidak memberikan pengungkapan yang cukup untuk membantu pemakai menilai kemampuan perusahaan di dalam membuat keputusan pembiayaan jangka pendek dan keputusan investasi. Beberapa penelitian menguji kegunaan laporan arus kas dalam kaitannya dengan kandungan informasi. Akan tetapi hasil penelitian tersebut bertentangan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah rasio keuangan yang didasarkan pada data arus kas mempunyai tambahan kandungan informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur mengenai kandungan informasi arus kas, khususnya di Indonesia, dengan memasukkan sebuah proksi analisis fundamental (Pr) ke dalam model untuk mengukur kegunaan rasio keuangan yang didasarkan pada arus kas. Model univariate logit digunakan untuk menentukan seperangkat rasio yang dianggap menjadi prediktor yang baik untuk perubahan laba. Rasio yang dipilih kemudian digunakan sebagai variabel independen dalam model multivariate logit untuk menghasilkan nilai Pr.

Tiga seri Pr dihasilkan: Pr dari neraca dan laporan laba rugi (Pr Seri 1), Pr dari laporan arus kas (Pr Seri 2), dan Pr dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus

kas (Pr Seri 3). Alchimya, model regresi sederhana return saham atas masingmasing seri Pr diestimasi untuk mengukur kandungan informasi rasio yang didasarkan pada arus kas.

The statement of cash flows was not mandatory under the American generally accepted accounting principles (GAAP) until the issuance of Statement of Financial Accounting Standard No. 95 by the Financial Accounting Standards

Board (FASB). On September 1994, Komite Standar Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia (the Accounting Standard Committee of Indonesian Accountants Institute) released Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 mandating the presentation of cash flows statement in replacement of fund flows statement. The Committee argued that fund flows statement did not provide sufficient information to help users evaluate the ability of a company in making sound short-term financing and investment decisions. Several studies have been devoted to investigate the usefulness of cash flows statement in terms of its information content. The fmdings, however, were mixed.The empirical results show that adjusted R2 of regression model on Series 3 is larger that that of regression model on Series 2. Using F-statistic, the

difference is statistically significant at 0.05 level. Thus, the cash flows statement embodies incremental information to users. Further tests reveal that adjusted R2 of regression model on Series 2 Pr is smaller than that of regression on Series 1. The difference is also statistically significant. This implies that the cash flows

statement alone contains less information than balance sheet and income statement. However, the cash flows statement is useful when it is utilized in conjunction with other two financial statements.

Kata Kunci : rasio arus kas, kandungan informasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.