Analisis Hubungan Faktor Fundamental Perusahaan dan Jenis Industri dengan Beta Saham di Bursa Efek Jakarta
Nur DP, Emrinaldi. (Adv.: Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc), Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc
Terdapat tiga tujuan dalam penelitian ini, pertarna adalah untuk menguji hubungan faktor fundamental dan jenis industri dengan beta saham. Kedua, mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh textada bet,,saham, dan ketiga berkenaan dengan konfirmasi terhadap penelitian sebelumnya pada bursa yang sama. Penelitian ini menggunakan 74 perusahaan dari 3 industri yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk periode perdagangan 1992 hingga 1996. Jenis industri yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari industri manufaktur dengan 61 perusahaan, real estate dan property sebanyak 8 perusahaan, serta industri jasa dengan 5 perusahaan.
Penelitian ini menggunakan suatu multiple regression untuk menguji hubungan faktor fundamental dan jenis industri terhadap beta saham. Sedangkan
beta saham diukur dengan Single Index Model. Model persamaan regresi
berganda yang digunakan dalam penelitian untuk menguji hipotesis yang diusulkan adalah model yang telah terbebas dari asumsi klasik (autokorelasi,
multikolinearitas, dan heteroskedastisitas) sebagai akibat penggunaan ordinary least square. Analisis diawali dengan pengujian secara parsial berkenaan hubungan tiap variabel independen terhadap beta saham, dan dilanjutkan dengan pengujian secara simultan guna mengamati pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel beta saham.
Hasil pengujian parsial mengindikasikan bahwa dari 8 variabel yang diusulkan, hanya 2 variabel saja yang mendapat dukungan, yaitu variabel
variabilitas laba dan beta akuntansi, dan pengaruh terbesar ditunjukkan oleh
koefisien korelasi beta akuntansi sebesar —0,358. Uji simultan yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memiliki
pengaruh signifikan terhadap beta saham. Hasil akhir mengindikasikan bahwa variabel leverage finansial, pertumbuhan aktiva, variabilitas laba, ukuran aktiva, dan jenis industri memiliki hubungan positif dengan beta saham, sementara leverage finansial, likuiditas, dan pertumbuhan aktiva berhubungan negatif dengan beta saham.
This research has three objectives. The first objective is to examine the relationship between fundamentalActors (fundamental beta) and industry type on beta. The second objective is to ident the superior factor to influence on beta, and the third objective is to confirm and extent the past research from the same stock exchange. The study carried out 74 companies from 3 industrial sector in the Jakarta Stock Exchange, based on trading frequencies during 1992 -- 1996 periods. The industry type that is used in this research is manufacture with 61 companies, real estate and property with 8 companies, and utilities or services with 5 companies.
This paper undertakes multiple regression in examining the relationship between fundamental factors and industry type on beta. The beta is analyzed by using Single Index Model. Multiple regression model must be free from classical assumsion (autocorrelation, multicollinearity, and heteroscedasticity) as using ordinary least square. The analyze starts with partial test for all of independent variable, and then continued with simultaneous test for collectively effect of independent variable on beta.
The result of partial test indicates that variable earning variability and accounting beta have significant effect on beta, and the most powerful effect on beta belong to accounting beta which coefficient correlation is —0,358. The result on the simultaneous test also indicates that all of independent variables have ,significant effect to beta. The final result indicates that financial leverage, asset growth, earning variability asset size, and industry type have positive relationship on beta, while dividend payout, liquidity, and accounting beta have negative relationship on beta.
Kata Kunci : Beta Saham, Beta Fundamental, Dividend Payout, Leverage Finansial, Likuiditas, Pertumbuhan Aktiva, Variabilitas Laba, Ukuran Aktiva, Beta Akuntansi, Jenis Industri dan Risiko.