Pengaruh Liberalisasi Perdagangan terhadap Daya Saing Ekspor Cina dan ASEAN-5 di Pasar Amerika Serikat
Nurcahyaningtyas S. Sumaryadi (Adv: Dr. Budiono Sri Handoko, MA), Dr. Budiono Sri Handoko, MA
2015 | Tesis | S2 Economics
Salah satu tema penting dari globalisasi adalah liberalisasi perdagangan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa liberalisasi perdagangan bersifat irreversible - satu-satunya jalan menuju masa depan. Sehingga mereka (bangsa, perusahaan maupun individu) yang siap untuk menghadapi pasar bebas, maka merekalah yang akan unggul dalam persaingan global. Sementara mereka yang menolak untuk mengikuti segala perubahan yang diakibatkan oleh pasar bebas, harus membayar harganya nanti.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kesepakatan liberalisasi perdagangan WTO dan APEC terhadap daya saing Cina dan ASEAN-5 di pasar Amerika Serikat. Pengaruhnya terhadap PDB, penyesuaian struktural, pengsa ekspor, komposisi produk, struktur industri dan pertumbuhan ekspor diprediksi dengan menggunakan model keseimbangan umum terapan multi sektor dan multi negara, atau yang lebih dikenal dengan model GTAP. Sementara analisis Shift-share digunakan untuk mengukur derajat persaingan dan daya saing ekspor Cina dan negara-negara ASEAN-5 di pasar Amerika Serikat.Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara umum Cina akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding negara-negara ASEAN-5. Dalam perbandingan negara-negara ASEAN-5, Singapore adalah negara yang dapat mengambil manfaat terbesar dari liberalisasi perdagangan ekspor ke Amerika Serikat, dan kemudian diikuti oleh Malaysia. Indonesia adalah negara yang mengalami kerugian terbesar dalam liberalisasi perdagangan ekspor ke Amerika Serikat, diikuti oleh Thailand dan Filipina. Namun demikian, berbagai pendekatan untuk "memanfaatkan" persaingan ekspor serta meminimumkan kerugian dapat ditimbulkan juga dibahas dalam penelitian ini.
One of the most dramatic features of globalization is liberalization of trade in goods and services. Some people think that trade liberalization is irreversible – the only way to the future. Those countries, those companies, those people who adjust to a changing world will do better. Those who resist will suffer. The world keeps changing. But if we cling to the ideas and models of yesterday we surely will pay a price. This study provides the possible effects of WTO and APEC trade liberalization commitments on the export competitiveness of China and ASEAN-5 in the U.S. market. Its effect on real GDP, structural adjustment, export share, product mix, industry structure and export growth among those countries are predicted by using a multiregion, multisector, computational general equilibrium (CGE) model. While the degree of export rivalry or competition among China and ASEAN-5 in the U.S. market is examined by using a conventional shift-share methodology. Findings from this empirical work show that in general China will benefit more than ASEAN-5 countries from the WTO and APEC trade liberalization, especially in its export of more-labor intensive manufactures to the U.S. market. Among the ASEAN-5 countries, Singapore and Malaysia will gain advantage from trade liberalization by specializing in less-labor intensive manufactures exports to the U.S. market. On the other hand, Indonesia, Philippines and Thailand will suffer some disadvantages from trade liberalization in its export competitiveness in the U.S.market. However, some of the possible approaches to attaining a propitious outcome of the competition, and ways to ameliorate adverse effects of the rivalry are raised and discussed.
Kata Kunci : Perdagangan, liberalisasi, GTAP, Model Keseimbangan Umum Terapan, Daya Saing Ekspor, Sektoral,Spesialisasi.