Laporkan Masalah

Pengaruh Tingkat Leverage Operasi Dan Leverage Finansial Terhadap Resiko Sistematika Pada Saham

Nurcahyaningsih (Adv: Suwardjono., Dr, M.Sc.), Suwardjono., Dr, M.Sc.

2000 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Hampir semua kesempatan investasi mempunyai risiko. juga bila kita menanamkan modal pada surat-surat berharga. Risiko merupakan kemungkinan keuntungan sebenarnva yang menyimpang dari keuntungan yang diharapkan. Risiko ada dua macam yaitu risiko sistimatik dan risiko tidak sistimatik.

Kemampuan perusahaan menghasilkan laba maupun fluktuasi harga pasar dipengaruhi oleh struktur modal, struktur biaya dan nilai kekayaan total perusahaan. Leverage finansial mengeambarkan struktur modal perusahaan, sedangkan leverage operasi meneeambarkan struktur biaya perusahaan.

Penelitian ini meneuji hipotesis bahwa leverage operasi dan leverage finansial berpengaruh terhadap risiko sistimatik pada saham. Pengujian hipotesis menggunakan model linear berganda dengan variabel dependen beta saham dan variabel indipenden DOL dan DFL. Sampel diambil dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode Januari 1994 sampai Desember 1997 yang mempunyai laporan keuangan lengkap selama 4 tahun konsisten dalam penggolongan industrinva dan mempunyai beta saham positif. Dan sampel yang ada terpilih 44 perusahaan sampel.

Hasil uji hipotesis dengan Pearson Correlation menvatakan bahwa besar hubungan antara variabel beta dengan DFL lebih besar sehingga variabel DFL lebih berpengaruh terhadap beta dibanding dengan variabel DOL. Angka R square adalah 0.072, yang berarti 7.2% beta perusahaan bisa dijelaskan dengan variabel DOL dan DFL sedangkan sisanya sebesar 92.8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Dan uji ANOVA atau F test diperoleh hasil F hitung 1.597 dengan tingkat signifikansi 0.125, karena 0.215 lebih besar dari 0.05 maka DOL dan DFL tidak secara bersama-sama mempengaruhi beta saham. Dengan membandingkan statistik t hitung dan t table ternyata t hitung lebih kecil dari table, jadi Ho diterima yaitu DOL dan DFL tidak berpengaruh terhadap beta saham.

Hasil uji hipotesis diatas sesuai dengan Arbitrage Pricing Model dimana setiap keuntungan saham dipengaruhi oleh faktor-faktor makro ekonomi seperti tingkat bunga, kebijaksanaan pajak, dan lain sebagainya. Perubahan harga saham juga dipengaruhi tingkat kegiatan industry, tingkat inflasi, tingkat bunga, dan tingkat keuntungan obligasi yang berisiko tinggi dan rendah.

Penelitian ini memberikan hasil yang lebih konsisten sesuai dengan penelitian Budiarti (1996) karena menggunakan metode pengambilan sampel yang hampir sama dan periode penelitian yang sama.

Saran dari penelitian ini yaitu masalah ini dapat dikaji ulang dengan melibatkan variabel bebas yang lebih banyak sena menggunakan waktu pengamatan yang relatif lama, dengan demikian akan diperoleh hasil yang lebih baik.

Kata Kunci : Tingkat Leverage Operasi, Leverage Finansial, saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.