Laporkan Masalah

Ekspor Indonesia dan pengaruh liberalisasi di 30 negara

Restu, Roris Daya (Adv.Tri Widodo, SE., M.Ec.Dev), Tri Widodo,SE.,M.Ec.Dev

2006 | Skripsi | S1 Economics

Foreign Direct Investment (FDI) atau Investasi Asing Langsung telah berkembang pesat dalam beberapa dekade ini. Pertumbuhan pesat FDI terjadi dikarenakan, salah satunya adalah berkurangnya halangan investasi harnpir di seluruh dunia. Liberalisasi investasi akan menstimulan FDI; temyata memiki efek yang sangat luas dan signifikan pada perdagangan. Di banyak negara hubungan FDI dan ekspor ada yang berhubungan positif dan ada yang negatif.



Tipe-tipe FDI tergantung dari karakteristik suatu negara, dimana dilihat dari berbagai ukuran, seperti: GDP, faktor endowments (tenaga kerja dan modal), biaya dagang dan biaya investasi. Tipe FDI vertikal akan menstimulan ekspor; terjadi apabila negara-negara bermitra berbeda relatif dalarn karakteristik. Sebaliknya FDI horisontal akan mensubtitusi ekspor; terjadi apabila negara¬negara bermitra relatif sarna (similar) karakteristiknya.



Bila kebijakan liberalisasi investasi di 30 negara terjadi, atau penurunan biaya investasi di 30 negara maka apa pengaruhnya bagi ekspor Indonesia? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor Indonesia? Dan, dengan negara mana sebaiknya Indonesia bermitra?



Dengan menggunakan analisis regresi, dan derivative partial antara ekspor dan biaya investasi, serta elastisitas harga silang, penelitian ini berupaya mengidentifikasi pengaruh liberalisasi di 30 negara mitra pada ekspor Indonesia; apabila Indonesia bermitra dengan negara yang relatif sarna karakteristiknya, atau bermitra dengan negara berbeda relatif karakteristiknya. Dengan menggunakan tren selarna 2 (dua) tahun, apa tren ekspor Indonesia? Dan, dengan negara mitra mana, ekspor Indonesia akan meningkat atau malah menurun.



Salah satu simpulan menunjukkan dengan negara mitra mana saja ekspor Indonesia akan tetap meningkat, walaupun akan maksimal bila bermitra dengan negara berbeda relatif karakteristiknya. Pada akhimya, kebijakan politis dalarn lobi intemasional dapat dilakukan dengan tujuan melindungi atau bahkan meningkatkan ekspor Indonesia.

Foreign Direct Investment (FDI) has grown and becomes to be accelerated in recent decades. One motives of rapid growth in FDI is occurred in the context of reductions in barriers to investment throughout the world. Investment liberalisation stimulates FDI; evidently FDI effects wide reaching, and significantly on trade. In some countries, the relationship between FDI and export found positive and others a negative relationship.



Types of FDI depends on country characteristics, which can be seen by:



GDP, endowments (skill and capital), trade costs, and investment costs. Vertical type of FDI is likely to stimulate export; occurred when characteristics countries are relatively different. On the contrary, horizontal FDI occurred when characteristics countries relatively similar.



If investment liberalisation policy conducted in 30 countries, or declining investment costs in 30 countries, what effects can be happened to Indonesia's export? What factors affect Indonesia's export? And, to which partner countries Indonesia's has beneficiary or hurt more?



Using regression model analysis and derivative partial of exports with respect to investment costs, and cross price elasticities. This paper estimates the effects of investment liberalisation in 30 countries to Indonesia's exports; if Indonesia having partners with relative similar or different characteristics. Using trend within 2 (two) years, what trend does Indonesia's exports perform? Which country, Indonesia's exports would increase or decline?



One of conclusion shows with any country partners, Indonesia's export always perform increasing, although it would be maximized if Indonesia's partners have relative different characteristics. In the end, political policy in international affairs between countries can be persuaded in case national interest such as protecting exports, or even stimulating them.

Kata Kunci : Ekpor,perdagangan internasional,liberalisasi,Foreign Direct Investment,investasi asing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.