Laporkan Masalah

Analisis pengaruh stock split terhadap likuiditas dan return saham di bursa efek Indonesia periode 2001-2008

NOVITA SETYANINGRUM, Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA.,Ak

2009 | Skripsi | S1 Extention - Accounting



Pemecahan saham (stock split) merupakan sebuah fenomena yang sejak lama membingungkan analis keuangan karena terdapat beberapa hasil yang berbeda-beda pada pengaruh stock split. Pemecahan saham (stock split) merupakan salah satu bentuk restrukturisasi modal yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang mengakibatkan naiknya jumlah saham yang beredar secara proporsional sesuai dengan faktor pemecahannya. Penelitian ini menggunakan variabel volume turnover dan frekuensi perdagangan saham untuk mengukur pengaruh stock split likuiditas saham serta menggunakan abnormal return untuk mengukur pengaruh stock split terhadap return saham.

Metode pengambilan sampel adalah dengan purposive sampling menggunakan kriteria perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan stock split periode tahun 2001-2008, dari pemilihan sampel didapatkan 48 emiten yang memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Paired Sample T-Test untuk menguji pengaruh stock split terhadap variabel volume turnover dan frekuensi perdagangan saham. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode Wilcoxon Sign Rank Test untuk menguji pengaruh stock split terhadap abnormal return. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada hipotesis 1 dan 2 dengan Paired Simple T-Test menunjukkan secara signifikan terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dengan setelah stock split pada variabel volume turnover dan frekuensi perdagangan saham. Pengujian hipotesis 3 dengan Wilcoxon Sign Rank Test menyimpulkan tidak terdapat perbedaan return saham secara signifikan sebelum dengan setelah stock split pada variabel abnormal return.

Stock Split have long been a puzzling phenomenon to financial analyst because the examination about stock split influence have a different result. Stock split is one of the capital restructuring conducted by a company, resulting in the bigger increase of share proportionally to match with split factor. This research applied volume turnover and trade transaction frequency to measure stock split influence of share liquidity, abnormal return is used to measure stock split influence of share return.

This sampling method is with purposive sampling by listing the companies criterion of Indonesian Stock Exchange doing stock split period 2001-2008, from election sampel got 48 emiten fulfilling specified criterion. Analyse the data conducted by using Paired Sample T-Test method for volume turnover and transaction frequency variabel. Otherwise, this research use Wilcoxon Sign Rank Test method for abnormal return. The examination result show that at hypothesis 1 and 2 with Paired Simple T-Test indicates that volume turnover and trade transaction frequency has significant effect before stock split and after stock split on share liquidity. Examination of hypotesis 3 with Wilcoxon Sign Rank Test concludes that there is no difference of abnormal return in significant before stock split and after stock split on share return

Kata Kunci : Stock Split, share liquidity, volume turnover, trade transaction frequency, share return, Trading Range Theory, Signalling Theory, efficient market hypotesis, year period 2001-2008, likuiditas saham, frekuensi perdagangan saham, return saham, Trading Rang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.