Laporkan Masalah

Enhanced pecking order theory dan (modified) trade-off theory

Novelina, Nelly , Dr. Suad Husnan, MBA

2008 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini menguji pengaruh market timing pada struktur modal dalam rerangkakerja teori struktur modal tradisional, yaitu: pecking order dan trade-off theory. Enhanced pecking order theory menjelaskan mengapa pemanfaatan market timing menjadi lebih terbatas (kurang relevan) pada perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi daripada tersebar, sedangkan (modified) trade-off theory menjelaskan mengapa pengaruh market timing pada struktur modal tidak persisten dalam jangka panjang sehingga bertentangan dengan market timing theory.

Metoda OLS dengan variabel moderasi digunakan untuk menguji model pecking order, sedangkan metoda OLS digunakan untuk menguji model (modified) trade-off secara cross-section berdasarkan waktu IPO dan kalender. Penelitian ini juga menggunakan metoda GLS pada pengujian data panel yang terkena masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa enhanced pecking order theory mampu menjelaskan keputusan struktur modal perusahaan-perusahaan non-finansial di Indonesia. Terdapat indikasi bahwa preferensi pemegang saham mayoritas pengendali mampu mempengaruhi keputusan manajer apakah akan memanfaatkan peluang market timing yang ada atau tidak. Selain itu, hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tidak selalu mengabaikan peluang market timing yang ada. Hal ini ditunjukkan oleh pengaruh market timing pada leverage (perubahan leverage) yang tidak selalu menjadi semakin lemah dengan semakin tingginya tingkat konsentrasi kepemilikan perusahaan.

Hasil penelitian juga menunjukkan dukungan yang lebih besar pada (target-adjustment) trade-off theory daripada (modified) trade-off theory, dalam hal ini hasil pengujian persistent effect menunjukkan bahwa pengaruh negatif market timing pada perubahan leverage hanya terjadi pada tahun 2005. Sebaliknya, defisit leverage dan perubahan leverage target berpengaruh secara positif pada perubahan leverage pada tahun 2004, 2005, 2006, dan 2004-2006.

This study examines the effect of market timing on capital structure in the traditional capital structure theories framework, i.e. pecking order and trade-off theory. Enhanced pecking order theory explains why market timing becomes more limited (less relevant) in concentrated than dispersed firms, while (modified) trade-off theory explains why market timing effect on capital structure is not persistent in the long run so that contradict with market timing theory. OLS with moderating variable is employed to test pecking order model, while OLS is employed to test (modified) trade-off model cross-sectionally based on IPO and calendar time. This research also employed GLS to test both model in panel data with heteroscedasticity and autocorrelation problems. Empirical result shows that enhanced pecking order theory is able to explain capital structure decision of non financial firms in Indonesia. There's an indication that controlling shareholders preference is able to affect manager's decision in market timing opportunity utilization. Besides, empirical result also shows that market timing is not always being ignored by concentrated firms. It is shown when firms become more concentrated, market timing effect is not always becoming weaker. This research also shows greater support to (target-adjustment) trade-off theory than (modified) trade-off theory, in this case the empirical result (persistent effect testing) shows that the negative effect of market timing on leverage changes only appear in 2005. On the contrary, leverage deficit and target leverage changes have positive effect on leverage changes in 2004, 2005, 2006, and 2004-2006.

Kata Kunci : market timing, struktur modal, enhanced pecking order theory, (modified) trade-off theory.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.