Mode Choice of Freight Transport in Java: An Experimental Study
Norojono, Olly (Adv.Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com.), Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com.
Penelitian ini mempelajari perilaku pemilihan jenis angkutan oleh pengirim barang umum tahan lama di Jawa. Dalam penelitian ini digunakan penedekatan pemodelan disagregat. Lingkup penelitian ini adalah angkutan barang antar kota dan pemilihan antara truk dan kereta api. Keputusan pemilihan jenis angkutan didasarkan pada pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, maksimasi utility adalah pendekatan yang tepat. Pada dasarnya variabel keputusan dapat dikategorikan atas empat faktor, yaitu: biaya angkutan, waktu perjalanan, kualitas dan fleksibilitas layanan masing-masing jenis angkutan. Kualitas dan fleksibilitas layanan adalah variabel construct yang direpresentasikan dengan model orderd probit. Persepsi terhadap kualitas layanan truk didefinisikan sebagai fungsi dari ketepatan waktu perjalanan, tingkat keamanan barang, kondisi kendaraan, dan rute yang akan ditempuhnya. Sedangkan kualitas layanan kereta api dipengaruhi oleh ketepatan waktu perjalanan, tingkat keamanan barang, jarak antara terminal kereta api dengan lokasi barang, dan jenis kereta api yang digunakan. Sementara itu, frekuensi layanan, waktu keberangkatan kendaraan dan kemudahan mendapatkan informasi akan menentukan persepsi atas fleksibilitas layanan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan stated preference(SP). Namun demikian, kriteria umum menggunakan SP tidak bisa digunakan dengan ba.ik untuk angkutan barang di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan pendekatan hierarchical stated preference (HSP) yang lebih fleksibel. Pendekatan ini memungkinkan responden memertimbangkan banyak variabel pada saat mengambil keputusan yang kemudian akan memperba.iki struktur dan memperkaya model pemilihan jenis angkutan. Dalam penelitian ini model heteroscedastic extreme value (HEV) adalah model yang paling baik untuk merepresentasikan poemilihan jenis angkutan oleh pemilik barang terpilih (makanan,tekstil,kulit dan elektronik) di Jawa. Model ini mempertimbangkan variabel konteks, meliputi: tipe kargo, jarak perjalanan, nilai, ukuran dan tujuan pengiriman.
Model ini kemudian dapat digunakan untuk menetapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan pangsa pasar angkutan barang dengan kereta api. Secara umum, strategi yang tepat adalah: a) meningkatkan kualitas dan fleksibilitas angkutan kereta api, dan b) secara simultan, meningkatkan biaya angkutan truk. Penelitian ini merekomendasikan untuk memberikan biaya tambahan pada angkutan truk. Namun, strategi ini tidak bisa berhasil dengan baik karena kualitas dan fleksibilitas layanan kereta api masih sangat rendah. Peningkatan biaya angkutan truk tiga ka1i angkutan kereta api hanya akan menaikkan pangsa pasar angkutan kereta api dari 8 % menjadi 11 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan biaya tambahan bagi angktan truk hanya akan efektif jika faktor-faktor lain telah comparable. Oleh karena itu, operator angkutan kereta api perlu memberikan perhatian yang lebih banyak pada faktor-faktor internal, yaitu kualitas dan fleksibilitas untuk dapat bersaing dengan angkutan truk.
The research has investigated a mode choice behavior of shippers for the selected non-perishable general cargo in Java. In undertaking the research, a dis aggregate modelling approach has been employed. The research concerns with behavioral aspects of shippers' choice for inter city freight transport between rail and trucks. The decision is based on merely economic consideration. Therefore, utility maximization would be the most appropriate approach. The decision variables basically may be categorized into four variables. They are variables associated with transport costs, time related variables, transport service quality, and service flexibility. Quality and flexibility are construct variables, which are modeled as ordered probit models. The perception about quality for trucks is defined as the function of the reliability with respect to travel time, the loss and damage, the truck condition and the travel route. Quality for rail is influenced by the reliability with respect to travel time, the loss and damage, distance to the terminal and the train types. The service frequency, the departure time and responsiveness to the problems determines the perception about flexibility for all alternatives.
The research utilizes a stated preference (SP) approach. However, the general criteria for applying a standard SP does not appropriately work in the freight transport choice case. Instead, a hierarchical stated preference (HSP) approach shows to be more plausible. This approach enables the respondents to consider few variables when they are making judgment. The HSP approach improves the model structure and the model richness. The heteroscedastic extreme value (HEV) model is found to be an appropriate model to represent the shippers' behavior for selected non-perishable commodities (food, textile, leather, and electronics) in Java. It takes into consideration context variables, such as: cargo type, travel distance, shipment value and size, and destination.
The model can then be used to investigate appropriate strategies to increase the rail freight share. In general, appropriate strategies to increase the choice probability for rail, especially for general cargo, would be: a) increasing the quality and the flexibility of the rail service, and b) simultaneously, increasing the truck charges. There is a strong recommendation to increase the truck charge by putting additional charge to the basic charge. However, it does not to seem to work well in Indonesian situation since the quality of rail is still low. The study has shown that putting truck charges three times higher compared to rail charges will only raise the choice probability from 8% to 11%. This finding indicates that additional charge policy for trucks will only be effective if other factors are comparable. It is therefore important for the rail operators to put more attention to the internal factor (quality and flexibility) to compete with trucks.
Kata Kunci : Mode Choice, Freight ,Transport, Java, Experimental Study