Laporkan Masalah

Analisis faktor-faktor penentu upah regional: studi kasus Indonesia Tahun 1991 - 2000

Nihayah, Dyah Maya (Adv.: Dr. Masykur Wiratmo, M.Sc), Dr. Masykur Wiratmo, M.Sc

2013 | Tesis | S2 Economics

Pemberian upah yang layak sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Melalui upah tersebut diharapkan pekerja dapat meningkatkan kesejahteraan. etos kerja dan produktivitas kerjanya sehingga akan diperoleh ketenangan kerja, kemampuan berusaha dan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Terkait dengan desentralisasi dimana daerah harus mampu menggali dan mengembangkan faktor-faktor endowment yang dimiliki untuk mencapai efisiensi dalam proses produksi. maka karakteristik regional menjadi menarik untuk diteliti pengaruhnya terhadap perbedaan upah regional. Hal ini penting mengingat adanya interelasi antara upah dengan produktivitas yang menjadi penentu kuat lemahnya daya saing suatu produk dalam persaingan. Artinya semakin rendah proporsi upah per unit output dengan standar kualitas tertentu, maka semakin kuat daya saing produk dalam suatu persaingan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penentu upah regional dan apakah karakteristik regional turut menentukan terjadinya perbedaan upah regional di Indonesia. Dalam penelitian ini, dilakukan estimasi data panel (pooled data) dengan menggunakan 3 model estimasi regresi yaitu model regresi linier klasik (Ordinary Least Squarel OLS). model kovariaan (Co-Varian Model) dengan memasukkan variabel boneka dan model regresi Generalized Least Squared (GLS). Dari ketiga model tersebut, kemudian dipilih model yang paling efisien digunakan dalam mengestimasi faktor-faktor penentu upah regional di Indonesia.

Dari hasil estimasi dapat diambil kesimpulan bahwa upah regional tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksogen yang bersifat administratif (administratively driven) tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor endogen. seperti kondisi pasar tenaga kerja. yang sensitif terhadap perubahan dari luar. Karakteristik regional ternyata cenderung memiliki nilai yang positif dan cukup signifikan terhadap perbedaan upah regional di suatu wilayah. Hal ini terbukti dari nilai variabel kepadatan penduduk. meski pengaruhnya kecil tetapi cukup signifikan.

Wage have a profound impact on poverty, living standards and the incentive to improve labour productivity (human capital), in particular, for economic growth. Regional decentralization have implications., which, they must be develop regional endowment to get the efficiency in production process. So it is interesting to examines the importance of regional characteristics in the observed variability of regional wage in Indonesia.

Based on this idea, the objective of this study is to find out the determined factors of regional wage and also to examine the contribution of regional characteristics to the regional wage differential in Indonesia. In this study used 3 model; Ordinary Least Square (OLS), Co-Varian Model and Generalized Least Squared (GLS) to estimate the determined factors of regional wage in Indonesia.

The result presented that besides exogenous, i.e., administratively driven, regional wag determined by endogenous, i.e., the condition of labor, that is sensitive to market condition. The regional characteristics play an important role in determining the wage differentials in region. The characteristics studied were population density by region. The empirical evidence presented supports the wage differentials.

Kata Kunci : Regional wage; labour productivity; regional characteristics, Upah Regional - Produktivitas Tenaga Kerja - Karakteristik Regional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.