Apakah Manajemen Laba Tercermin dalam laporan Auditor?
NASTITI, VANIA NITA (Pembimbing: Wulan Wibasari, S.E., M.Bus.), Wulan Wibasari, S.E., M.Bus.
Manajemen laba dapat mengurangi kehandalan laporan keuangan. Seharusnya laporan keuangan yang telah diaudit oleh pihak eksternal telah mengandung manajemen laba seminimal mungkin karena audit sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan. Namun beberapa praktik di lapangan menunjukkan bahwa masih saja terdapat celah manajemen laba meskipun laporan keuangan perusahaan telah diaudit. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan cerminan manajemen laba pada opini audit kemudian lebih jauh lagi melihat perusahaan yang diaudit oleh Big 4 dan non-Big 4.
Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan nonfinansial yang terdaftar di BEI periode 2005-2009 yang menggunakan rupiah sebagai mata uang pelaporannya. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 990 pengamatan. Manajemen laba diproksikan oleh akrual diskresioner dan dihitung menggunakan pendekatan model Jones Modifikasian.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat akrual diskresioner untuk perusahaan yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian lebih rendah dibandingkan yang memperoleh opini modifikasi. Pengujian lebih jauh dengan memasukkan apakah audit dilakukan oleh Big-4 dan non-Big 4 menunjukkan bahwa tingkat akrual diskresioner untuk perusahaan yang memperoleh opini wajar tanpa pengecualian tidak berbeda antara yang diaudit oleh KAP Big 4 atau pun non-Big 4.Untuk perusahaan yang memperoleh opini modifikasi, tingkat manajemen laba yang diaudit oleh audit oleh KAP Big 4 lebih rendah dibandingkan dengan yang diaudit oleh KAP non-Big 4.
Earnings management might have negative effect on reability of financial statement. Audited financial statement should contain earnings management to the minimum level since audit have impact on a better financial statements quality. But, reality has shown that there were some cases about earnings management practice although audit has already been done. The purpose of this research is to show the reflection of earnings management on audit opinion, and then look further by separating the auditor into big 4 group and nonbig 4 group.
This research used nonfinancial entities listing in BEI in 2005-2009 and also using rupiah as their reporting currency. Total sample of this research was 990 observations. Earnings management was proxied by discretionarry accruals and measured by Jones Modification model approach.
The results showed that entities with unqualified opinion had lower earnings management level than entities with modified opinion. Further testing showed that entities getting unqualified opinion audited by big 4 had no difference with non-big 4 client. But for entities got modified opinion, big 4 client had lower earnings management level than non-big 4 client.
Kata Kunci : earnings management, manajemen laba, akrual diskresioner, discretionarry accruals, audit opinion, opini audit