Hubungan Perdagangan International Dan Pengangguran Di ASEAN,1995-2013
Nababan, Febrina Elia (Adv.: Mudrajad Kuncoro, Prof.Dr.,M.Soc.Sc.), Mudrajad Kuncoro, Prof.Dr.,M.Soc.Sc.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perdagangan internasional dan pengangguran di ASEAN untuk periode 1995-2013. Analisis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tipologi, analisis regresi linier berganda dengan menggunakan metode Panel Least Square dan Regresi Logistik yang diolah dengan Program STATA dan SPSS versi 21.
Dengan menggunakan analisis tipologi berdasarkan tingkat openness dan pengangguran, hasil menunjukkan bahwa posisi beberapa negara di ASEAN mengalami perubahan yaitu Malaysia, Kamboja, Thailand, Vetnam dan Brunei Darussalam. Sedangkan negara ASEAN yang tidak mengalami perubahan posisi adalah Laos, Indonesia dan Filipina. Selanjutnya, dengan analisis regresi panel data ditemukan bahwa ada hubungan positif antara perdagangan internasional dengan pengangguran. Artinya, ada bukti bahwa peningkatan perdagangan internasional memiliki efek pada peningkatan pengangguran. Ini berarti mendukung teori Heckscher-Ohlin (1924) yang menyatakan bahwa perdagangan internasional akan menyebabkan peningkatan pengangguran. Selain itu, untuk menolak teori Ricardian yang menyatakan bahwa perdagangan internasional akan menyebabkan penurunan tingkat pengangguran. Hasil regresi logistik binery menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi dapat menjelaskan kelompok negara berdasarkan tingkat berdasarkan tingkat openness dan pengangguran. Artinya bahwa semakin besar tingkat pertumbuhan ekonomi maka meningkatkan probabilitas negara di ASEAN masuk dalam kategori openness tinggi dan pengangguran rendah. Semakin besar tingkat inflasi maka menurunkan probabilitas negara di ASEAN masuk dalam kategori openness tinggi dan pengangguran rendah. Sedangkan hasil regresi logistik multinomial, diketahui bahwa hanya variabel predictor utama yaitu inflasi yang dapat menjelaskan kelompok negara berdasarkan tingkat berdasarkan tingkat openness dan pengangguran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar tingkat inflasi maka akan menurunkan probabilitas negara di ASEAN masuk dalam kategori openness tinggi dan pengangguran rendah disbandingan kelompok Reference Category.
This study aims at knowing the relation between international trade and unemployment from 1995 to 2013. The analyses used in this study are typological analysis, multiple linear regression analysis by using Panes Least Square method and logistic analysis which are processed by using STATA program along with SPPS version 21.
By using typological analysis which is based on openness and unemployment rate, the findings show that the position of several countries in ASEAN, such as Malaysia, Cambodia, Thailand, Vietnam, and Brunei Darussalam, undergo a change. Meanwhile, the rest of the ASEAN members, i. e. Laos, Indonesia, and Philippines do not undergo such change. Next, by using data panel regression analysis, it is revealed that there is a positive relation between international trade and unemployment. It means that there is a proof where the increase of international affects the increase of unemployment as well. This also corresponds with Hecksher-Ohlins theory (1924) which states that international trade will result in the increasing rate of unemployment. Besides, this also rejects the theory of Ricardian which believes in the decrease of unemployment rate caused by international trade. The result of binary logistic regression shows that economic growth and inflation can determine countries based on openness and unemployment rates. It means that the higher rate of economic growth will increase the probability of ASEAN countries to be categorized as countries with high openness and low unemployment rates. On the other hand, the higher rate of inflation will decrease the probability of ASEAN countries to be grouped as countries with high openness and low unemployment rates. Meanwhile, the findings from multinomial logistic regressions show that the main predictor variable, which is inflation, is responsible for determining countries based on openness and unemployment rate. Being compared to Reference Category, it can be concluded that if the inflation rate is higher, the probability of ASEAN countries to be categorized as countries with high openness and low unemployment rate is lower.
Kata Kunci : Perdagangan Internasional, Pengangguran, International trade, Unemployment, Panes Least Square