Pengaruh Penanaman Modal Asing, Keterbukaan Ekonomi, Dan Dana Bagi Hasil Terhadap Ketimpangan Antarprovinsi Indonesia, 2007-2012
MUTHAHHARI, RAUSHANFIKR (Adv.: Mudrajad Kuncoro, Prof. Dr., M.Sos.mc), Mudrajad Kuncoro, Prof. Dr., M.Sos.mc
Tren globalisasi di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan naiknya tingkat kesenjangan ekonomi dari tahun ke tahun. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya arus masuk Penanaman Modal Asing (PMA), volume ekspor impor, dan Dana Bagi Hasil (DBH) daerah. Penelitian ini berusaha melihat sejauh mana PMA, keterbukaan ekonomi, dan DBH mempengaruhi ketimpangan antarprovinsi. Selain itu juga dilakukan analisis teori Kuznets dengan kasus Indonesia. Penelitian dilakukan dengan data panel dari 33 provinsi di Indonesia dalam jangka waktu tahun 2007-2012. Kesenjangan ekonomi diukur dengan Indeks Gini. Analisis hipotesis Kuznets dilakukan dengan metode Ahluwalia (1976), sedangkan regresi tentang penyebab ketimpangan dianalisis dengan modifikasi pada model regresi Lessmann (2013). Hasil yang ada bertentangan dengan temuan Melikhova (2012) dan sekaligus menunjukkan bahwa hipotesis Kuznets tidak terjadi di Indonesia. Sedangkan ditemukan juga bahwa PMA dan keterbukaan ekonomi berdampak negatif dalam mengurangi ketimpangan. Hanya variabel DBH yang berdampak positif pada Gini. Temuan dalam studi ini menunjukkan belum optimal dan meratanya pembangunan antara daerah di kawasan barat dan timur. PMA dan kapasitas ekpor/impor relatif hanya terkonsentrasi di daerah barat Indonesia. Formulasi DBH juga perlu dikaji karena dampaknya yang signifikan pada meningkatnya kesenjangan.
The Globalization trends in Indonesia are increasing together with the economic Inequality from year to year. Those indicates by the increasing number of Foreign Direct Investment (FDI) inflow, the increasing volume of export and import, and also regional revenue-sharing budget. This study try to see in what extent FDI, trade openness, and revenue-sharing budget affect inequality. This study also analyze the Kuznets theory in the context of Indonesia. The study is conducted with 33 provinces of Indonesia's panel data within 2007-2012. The economic inequality is measured by Gini Index. Kuznets hypothesis analysis is conducted by Ahluwalia (1976) methods, while the regression about determinants of inequality is calculated by modified Lessmann (2013) regression model. The result is contrary with Melikhova (2012) findings, and also proved the invalidity of Kuznets hypothesis in Indonesia. The study also found that FDI and trade openness have a negative effect towards inequality. Only revenue-sharing budget variable which have a positive effect towards Gini. The result indicates the imbalance development between east and west part of Indonesia. FDI and export/import capacity is relatively concentrated in the west part of Indonesia. The revenue-sharing budget formula is also needed to be re-examined due to its positive impacts towards inequality
Kata Kunci : Inequality, Gini Index, FDI, revenue-sharing budget, export, import, Kuznets hypothesis.