Penelitian Empiris Mengenai Ungkapan Laporan Tahunan Bank-bank yang Terdaftar Pada Bursa Efek Surabaya
Mustikasari,Elia (adv:Drs. Mulyadi, M.Sc., Ak ), Drs. Mulyadi, M.Sc., Ak
Banyak penelitian mengenai ungkapan laporan keuangan atau laporan tahunan yang telah dilakukan oleb peneliti luar negeri maupun dalam negeri. Salah satu hasil penelitian Susanto (1992) di Bursa Efek Jakarta adalah laporan tahunan perusahaan yang beraf iliasi dengan perusahaan asing menyajikan ungkapan yang lebib luas dibandingkan dengan perusahaan domestik.Berdasarkan temuan tersebut, penel itian ini dirancang untuk memperoleh bukti empiris mengenai ungkapan laporan tahunan bank-bank yang go publik dan terdaftar di Bursa Efek Surabaya (BES), baik yang berafiliasi dengan perusahaan asing maupun bank domestik karena mempertimbangkan bal-bal berikut ini:
1. Ungkapan laporan keuangan bank agak berbeda dengan perusahaan industri, dagang, dan jasa lainnya karena dalamlaporan keuangan bank harus disajikan ungkapan yang bisa dijadikan indikator mengenai kesehatannya, seperti LDR, CAR, Legal Lending Limit.
2. Mulai tahun buku 1993 telab diberlakukan pedoman penyusunan laporan keuangan bank yang baru, yaitu Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI).
3. Penelitian serupa belum pernah dilakukan di BES yang merupakan bursa pertama di Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, tujuan peneli tian ini adalah untuk menguji apakah bank-bank yang berafiliasi dengan perusahaan asing menyajikan ungkapan yang lebih luas dibandingkan dengan bank-bank domestik dan apakah pemberlakuan SKAPI dan PAPI mempunyai pengaruh yang signifikan terbadap luas ungkapan laporan tahunan bank. Di samping itu, peneliti juga ingin menganalisis apakab terdapat perbedaan pendapat di antara kelompok regulator (Bapepam dan tim penyusun SKAPI) dengan kelompok yang menyajikan laporan tabunan (bank) dan kelompok pemakai laporan tahunan (analis sekuritas).Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalab: uji-t untuk menganalisis perbedaan respon antar rater, uji asumsi dan uji multikolinearitas untuk menguji ketepatan model regresi yang digunakan, serta Analisis regresi dan Anava untuk menguji hipotesis. Secara garis besar, hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai beri kut:
1. Terdapat perbedaan respon yang signifikan antara regulator (Bapepam dan tim penyusun SKAPI) dengan emiten (bank), antara regulator dengan analis sekuritas, dan antara emiten dan analis sekuritas terbadap item-item ungkapan tertentu. ungkapan tertentu.
2. Bank-bank yang berafiliasi dengan perusahaan asing menyajikan ungkapan laporan tahunan yang sama luasnya dibandingkan dengan laporan tahunan bank yang tidak berafiliasi dengan perusahaan asing.
3. Laporan tahunan bank yang diterbitkan sesudah diberlaku kannya SKAPI menyajikan ungkapan yang lebih luas dibandingkan dengan laporan tahunan bank sebelum diberlakukannya SKAPI.
A lot of researches on the disclosure of financial reports or annual reports have been done by both foreign and domestic researchers. The results of a research done by Susanto (1992) is the extent of voluntary corporate disclosure in annual reports is greater for foreign based companies listed on Jakarta Stock Exchange than domestic companies.Based on the findings, this research was designed to find empirical evidence on the extent of corporate disclosure of annual reports of banks, both domestic banks and those affiliating with foreign companies, which go public and are listed in Surabaya Stock Exchange (BES). This re search was done considering the following reasons:
1. The corporate disclosure of annual reports of banks is somewhat different to that of industrial, trade, and service companies because in bank annual reports, disclosures which can be used as indicators to its health, such as LDR, CAR, Legal Lending Limit must be presented.
2. By the 1993 fiscal year the guides in making bank finan cial reports has been prevailed. They are "Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia" (SKAPI) and "Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia" (PAPI).
3. Such a research has not been done in BES which is the first private stock exchange in Indonesia.
Related to the above assumptions, this research was aimed to test the extent of corporate disclosure in annual reports is greater for foreign affiliated banks listed in Surabaya Stock Exchange than domestic banks, and to test whether implementing SKAPI and PAPI had significant effects on the extent of the corporate disclosure of bank annual reports. In addition, the researcher also wanted to analize whether there are differences in opinions among regulator groups ( Bapepam and the SKAPI formulating-team) and the groups presenting annual report (banks) and the groups using annual reports (securities analists).
Analysis models used in this research are: t-test to analize the differences of responds between raters, test of assumption and multicolinearity to determine appropriateness of regression model, and finally regression analysis and analysis of variance (anava) to test hypothesis. Generally, the results of the testing show that:
1. There are significant differences in responds between regulators (Bapepam and the SKAPI formulating-team) and the emitters (banks), between regulators and securities analists, and between emitters and securities analists on the specific disclosure items.the specific disclosure items.
2. The extent of corporate disclosure in annual report is equal for foreign affiliated banks listed in Surabaya Stock Exchange with domestic banks.
3. The extent of corporate disclosure of bank annual reports issued after implementing the SKAPI is greater than those before it prevailed.
Kata Kunci : ungkapan laporan tahunan bank, perbankan