Laporkan Masalah

Pengujian underperformance jangka panjang saham-saham di Bej dan faktor perusahaan yang mempengaruhinya

Mustika, Kusfisiani Wima (Adv.: Kusdhianto Setiawan, SE.,Siv.Oek), Kusdhianto Setiawan, SE.,Siv.Oek

2014 | Skripsi | S1 Management

Studi mengenai penurunan kinerja saham atau underperformance dalam jangka panjang setelah penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) telah lama menjadi perhatian dalam berbagai literatur keuangan.. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk menguji keberadaan underperformance pada perusahaan-perusahaan setelah IPO dalam jangka panjang di Bursa Efek Jakarta (BEJ), untuk menguji apakah faktor umur perusahaan pada saat go public, tingkat keuntungan perusahaan yang ditunjukkan oIeh rata-rata labaJrugi sebelum listing, ukuran perusahaan, dan persentase saham yang ditawarkan ke publik pada saat [PO berpengaruh terhadap adanya underperformance, dan untuk menguji apakah

tingkat underperformance perusahaan keuangan lebih keciI daripada perusahaan non keuangan. Adapun dalam metodologi penelitian, penulis menggunakan objek penelitian semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode Januari

1998 hingga Desember 2002 . Variabel yang diukur yaitu return saham perusahaan tiap bulannya dan return pasar, yang keduanya digunakan sebagai perhitungan Abnormal Return dan

Market Adjusted Abnormal Return dalam bentuk Cumulative Abnormal Return (CAR). Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan: diindikasikan terdapat fenomena underperformance saham setelah penawaran saham perdana (IPO) dalam jangka panjang pada pasar modal Indonesia. Underperformance yang

terjadi pada periode penelitian tersebut dapat merupakan konsekuensi dari makeup laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO, sebingga kinerja perusahaan yang buruk karena krisis menjadi tampak baik namun akhimya kinerja saham menurun dalam jangka panjang.

Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat underperformance saham, berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, ternyata tidak didukung oleh data. VariabeI umur, tingkat keuntungan yang ditunjukkan oIeh rata-rata Iaba/rugi

perusahaan sebelum listing, ukuran perusahaan, dan persentase saham yang ditawarkan ke publik terbukti tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap underperformancey. Hanya variabel jenis perusahaan (regulated

firm vs. non-regulated firm] yang terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap underperformance, dimana penurunan kinerja perusahaan keuangan Iebih kecil daripada perusahaan non-keuangan. Hal tersebut mengindikasikan adanya efektifitas pengawasan pemerintah terhadap perusahaan keuangan selama periode penelitian ini.

Kata Kunci : : underperformance, lPO, long-run, abnormal return, CAR, size, age, profitability, equity percentage, regulated firm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.