Pengujian underperformance jangka panjang saham-saham di Bej dan faktor perusahaan yang mempengaruhinya
Mustika, Kusfisiani Wima (Adv.: Kusdhianto Setiawan, SE.,Siv.Oek), Kusdhianto Setiawan, SE.,Siv.Oek
Studi mengenai penurunan kinerja saham atau underperformance dalam jangka panjang setelah penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) telah lama menjadi perhatian dalam berbagai literatur keuangan.. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk menguji keberadaan underperformance pada perusahaan-perusahaan setelah IPO dalam jangka panjang di Bursa Efek Jakarta (BEJ), untuk menguji apakah faktor umur perusahaan pada saat go public, tingkat keuntungan perusahaan yang ditunjukkan oIeh rata-rata labaJrugi sebelum listing, ukuran perusahaan, dan persentase saham yang ditawarkan ke publik pada saat [PO berpengaruh terhadap adanya underperformance, dan untuk menguji apakah
tingkat underperformance perusahaan keuangan lebih keciI daripada perusahaan non keuangan. Adapun dalam metodologi penelitian, penulis menggunakan objek penelitian semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode Januari
1998 hingga Desember 2002 . Variabel yang diukur yaitu return saham perusahaan tiap bulannya dan return pasar, yang keduanya digunakan sebagai perhitungan Abnormal Return dan
Market Adjusted Abnormal Return dalam bentuk Cumulative Abnormal Return (CAR). Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan: diindikasikan terdapat fenomena underperformance saham setelah penawaran saham perdana (IPO) dalam jangka panjang pada pasar modal Indonesia. Underperformance yang
terjadi pada periode penelitian tersebut dapat merupakan konsekuensi dari makeup laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO, sebingga kinerja perusahaan yang buruk karena krisis menjadi tampak baik namun akhimya kinerja saham menurun dalam jangka panjang.
Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat underperformance saham, berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, ternyata tidak didukung oleh data. VariabeI umur, tingkat keuntungan yang ditunjukkan oIeh rata-rata Iaba/rugi
perusahaan sebelum listing, ukuran perusahaan, dan persentase saham yang ditawarkan ke publik terbukti tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap underperformancey. Hanya variabel jenis perusahaan (regulated
firm vs. non-regulated firm] yang terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap underperformance, dimana penurunan kinerja perusahaan keuangan Iebih kecil daripada perusahaan non-keuangan. Hal tersebut mengindikasikan adanya efektifitas pengawasan pemerintah terhadap perusahaan keuangan selama periode penelitian ini.
Kata Kunci : : underperformance, lPO, long-run, abnormal return, CAR, size, age, profitability, equity percentage, regulated firm