Laporkan Masalah

Potensi, Prospek dan Komposisi Optimal Portofolio Internasional

Musnadi, Said. (Adv.: Dr. Suad Husnan, MBA), Dr. Suad Husnan, MBA

2015 | Tesis | S2 Management

Ada tiga tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui potensi manfaat dari diversifikasi internasional di beberapa pasar modal kawasan Asia Pasifik_

2. Untuk mengetahui apakah potensi manfaat tersebut stabil sepanjang waktu.

3. Untuk mengetahui bagaimana komposisi optimal portofolio internasional pada pasar modal Asia Pasifik tersebut jika risk-free diperkenalkan.

Semua tujuan tersebut terutama dilihat menurut perspektif pemodal Indonesia.

Tujuan pertama dan ketiga dari penelitian ini dapat dianalisis dengan mengguna-kan pendekatan Markowitz Mean-Variance Model, sedangkan tujuan kedua diperoleh dengan melakukan analisis koefisien korelasi untuk dua periode waktu terhadap beberapa pasar modal Asia Pasifik tersebut, kemudian diuji stabilitasnya dengan menggunakan uji statistik Z.

Hasil penelitian membuktikan bahwa diversifikasi portofolio internasional dapat memberikan manfaat kepada investor Indonesia maupun lokal. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi antar pasar modal kawasan Asia Pasifik tersebut yang relatif masih kecil. Indikator lain adalah, diversifikasi internasional memberikan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan risiko portofolio domestik, kecuali bagi investor Philipina.

Bagi investor Indonesia, melakukan diversifikasi internasional mampu menurun-kan risiko sebesar 33.41% atau menjadi hanya 1.640 dibandingkan risiko domestik yang sebesar 2.463 pada tingkat return yang sama yaitu sebesar 0.3846.

Dilihat dari kestabilan koefisien korelasi berdasarkan uji statistik Z pada a = 5%, mengindikasikan bahwa hampir seluruh pasar modal kawasan Asia Pasifik kurang pros-pektif baik untuk investor lokal maupun investor Indonesia. Bagi investor Indonesia pasar modal yang memberikan kestabilan potensi hanya antara Jepang dengan Australia, Indonesia, Malaysia dan Selandia Baru, antara Selandia Baru dengan Indonesia, Singapu-ra dan Korea Selatan, dan antara Korea Selatan dengan Hongkong, Malaysia dan Taiwan.

Jika risk-free sebesar 13% per tahun diperkenalkan, maka komposisi optimal portofolio internasional menurut perspektif. pemodal Indonesia adalah pasar modal Hongkong, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, dan Philipina. Proporsi investasi mas-ing-masing pasar modal adalah 4.067%, 9.186%, 23.442%, 27.053%, dan 36.253%. Return yang diharapkan dari portofolio ini adalah 0.5050 dan risiko 2.3402.

The objectives of this study are, (1) to identify the potential of benefits of internation¬al diversification in some Asian Pacific capital markets, (2) to investigate the stability of the benefits over time, and (3) to analyze the optimum international portfolio in some Asian Pacific capital markets when the risk free rate is introduced, from the point of view of Indonesian investors. The-first and third objectives could be analyzed by the Markowitz's Mean Variance Model, whereas the second one was analyzed by z statistic test.

The analysis showed that international portfolio diversification provided benefits to Indonesian and local investors. This was indicated by relatively low correlation coef-ficients of return among Asian Pacific capital markets. Therefore the diversification would provide lower risk compared to domestic diversification, except for the Philli-pine case.

For Indonesian investors, international diversification could reduce the risk by 33.41%, or the standard deviation would decline from 2.463 to 1.640 with the same return of 0.3846.

However, based on the stability of correlation coefficients, most of the markets showed little prospect, either for local or foreign investors. From Indonesian investor point of view, foreign markets with high stability potential were between Japan and Australia, Japan and Indonesia, Japan and Malaysia, Japan and New Zealand, between New Zealand and Indonesia, New Zealand and Singapore, New Zealand and South Korea, and between South Korea and Hongkong, South Korea and Malaysia, South Korea and Taiwan.

If the risk free rate of 13% annually was introduced, then the optimum international portfolio from the Indonesian investor point of view would consist of investment in Hongkong, Indonesia, Malaysia, New Zealand, and the Phillipine, with the propor¬tion of 4.067%, 9.186%, 23.442%, 27.053% and 36.253%, respectively. The ex¬pected return of the portfolio was 0.5050 wth the standard deviation of 2.3402.

Kata Kunci : Difersifikasi internasional, Pasar Modal, Portofolio Internasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.