Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pada Zona Ancaman Gunung Merapi: Studi Kasus Di Kecamatan Cangkringan, Turi, Pakem, dan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY

MUSLIMAH, FAUZIYATUL (Adv.: Catur Sugiyanto, Prof., Dr., M.A.), Catur Sugiyanto, Prof., Dr., M.A.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Kemiskinan merupakan masalah yang cukup kompleks. Melalui Departemen Sosial RI, pemerintah menggalakkan program pemberdayaan masyarakat melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Salah satu penyebab kemiskinan adalah adanya bencana alam. Pada Bulan Oktober 2010 terjadi bencana alam erupsi Gunung Merapi yang menyebabkan masyarakat korban erupsi menjadi miskin. Dalam rangka penanggulangan kemiskinan akibat bencana erupsi Gunung Merapi, pemerintah mencanangkan program KUBE untuk masyarakat korban erupsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan KUBE di wilayah yang termasuk dalam zona ancaman Gunung Merapi, yaitu Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, dan Ngemplak.



Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil datapada 90 responden yang merupakan ketua KUBE di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, dan Ngemplak.



Hasil dari penelitian ini adalah bahwaterdapat enam faktor yang mempengaruhi pendapatan KUBE. Enam faktor tersebut adalah modaltambahan yang digunakan untuk usaha KUBE, jarak lokasi usaha KUBE terhadap pusat kota, jumlah anggota aktif, lama program pendampingan yang diikuti, jumlah pertemuan kelompok, sertapendidikanketuakelompok.Hasil estimasi pendapatan KUBE menunjukkan bahwa nilaikoefisien determinasi (R-Square) sebesar 78,5 persen dan nilai koefisien determinasi terkoreksi (adj R-Square) sebesar 76,9 persen. Angka R-Square tersebut menunjukkan bahwa 78,5 persen keragaman dari variabel dependen (pendapatan KUBE) dapat diterangkan oleh variabel-variabel independen yang digunakan dalammodel.

Poverty is a complicated problem. Trough the Social Ministry of Republic Indonesia, the government has promote many community empowerment named KUBE (Kelompok Usaha BErsama). Natural disaster is one of the cause that make poverty. In October 2010, the mount merapi erupted so the victims suffer to the poverty. In order to overcome the poverty caused by eruption of mount merapi, the government makes a program named KUBE for the victims. This research aims to know many factors that affect the income of KUBE in the Merapi zone such as Kec. Cangkringan, Pakem, Turi, and Ngemplak.



This research use primary data by take sampling of 90 respondents who is the leader of KUBE in Kec. Cangkringan, Pakem, Turi, and Ngemplak.



The result of this research is there are six factors that have influenced KUBEÂ’s income. The factors are the additional capital, the distance between business location and the downtown, the number of active members, the length of mentoring time, the frequency of meeting, and the education of the group leader.



The dependent variable is the income of KUBE. The estimation of the KUBE income shows that the R-Square value is 78,5% and the adj R-Square is 76,9%. The value of that R-Square shows that 78,5% variety of dependent variable (KUBE income) can be explain by the independent variables that used in the model.

Kata Kunci : KUBE, pooverty, government program, kemiskinan, program pemerintah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.