REAKSI INVESTOR TERHADAP KEJUTAN DI SEKITAR PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN: Studi Empiris Perusahaan LQ 45 Periode Februari 2006 sd Januari 2007
Muslikhati, Retno , Dr. Gudono. MBA., Ak.
2007 | Skripsi | S1 Extention - Accounting
Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang penting bagi investor. Investor menggunakan informasi yng ada dalam laporan keuangan untuk menilai kondisi emiten sehingga dapat memutuskan untuk membeli, menahan maupun menjual investasinya. Salah satu elemen dalam laporan keuangan yang menjadi perhatian para investor adalah laba yang diukur dalam Earning Per Share (EPS).
Penelitian ini merupakan event study yaitu studi untuk meneliti bagaimana reaksi investor yang ditunjukkan dengan Abnormal Return (AR) dan Trade Volume Activity (TVA) terhadap peristiwa pengumumuan laporan keuangan. Perusahaan yang dipilih sebagai sampel adalah perusahaan yang terdaftar dalam LQ-45 di BEJ periode Februari 2006 -Agustus 2007. Sebelumnya sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok sampel yang mengabarkan berita baik (good news) yang ditunjukkan dengan kenaikan EPS, dan perusahaan yang mengabarkan berita buruk (bad news) yang ditunjukkan dengan penurunan EPS. Dari hasil pemilihan sampel diperoleh 51 perusahaan dimana 31 perusahaan mengabarkan berita baik (good news) dan 20 perusahaan mengabarkan berita buruk (bad news)
Dari hasil pengujian dengan menggunakan Uji t dua sampel independen (independent sample t-test) dua sisi dengan tingkat keyakinan 95%, diperoleh hasil bahwa cumulative average abnormal return (CAAR) perusahaan berbeda secara signifikan antara sebelum dengan sesudah peristiwa pengumuman laporan keuangan. Respon investor terhadap adanya berita baik (good news) dan berita buruk (bad news) juga berbeda secara signifikan atau dapat diartikan bahwa EPS yang terdapat dalam laporan keuangan merupakan salah satu pertimbangan penting dalam melakukan kegiatan investasi. Sedangkan dari hasil uji TVA diperoleh hasil bahwa TVA tidak berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah peristiwa namun terjadi peningkatan dengan probabilitas sebesar 0,079 (moderat).
Kata kunci : Abnormal Return, Earning Per Share, Trade Volume Activity, Laporan Keuangan.
Financial statement contain rich information that can be used by investor for measuring the ability and condition of the company and will be reflect on stock market
The most common definition of efficient stock markets states that in such markets prices fully reflect all available information. This obviously implies that in order for a market to be deemed (semi-strongly) efficient, it should not be possible to earn abnormal returns using trading strategies based on publicly available accounting data (financial statement)
One of the element financial statement that can be used for predicting the company ability is Earning Per Share.
This research aims at providing empirical evidence about investor reaction toward financial statement announcement. samples consist of 31 firms LQ 45 with positive unexpected earnings and 20 firms LQ 45 with negative unexpected earnings. Independent sample t test used to test the hypothesis. Abnormal return differences were statically significant before and after financial statement announcement for both (positive and negative unexpected earnings), on the other hand, we find an indication that trade volume activity did not different significantly. Key words: Financial statement, Earning per share, Trade volume activity, Abnormal Return.
Kata Kunci : reaksi investor; Laporan Keuangan; AR; TVA; Pasar Modal