Identifikasi Sektor Unggulan Kabupaten/Kota Di Indonesia Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Pada 2001-2012
MULYANI, SRI (Adv.: Akhmad Akbar Susamto, M.Phil, Ph.D.), Akhmad Akbar Susamto, M.Phil, Ph.D.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan kabupaten/kota di Indonesia dan menganalisis pengaruh sektor unggulan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota pada 2001-2012. Berdasarkan hasil analisis Static Location Quotient (SLQ) dan Static Symetric Location Quotient (SSLQ) diketahui bahwa pada 2001 dan 2012, lebih dari separuh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki keunggulan pada sektor pertanian dan sektor jasa lainnya. Sementara itu, sektor ekonomi unggulan yang dominan di Indonesia baik pada 2001 maupun 2012 adalah sektor pertanian, sektor jasa lainnya, sektor konstruksi dan sektor perdagangan. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa persentase terbesar kabupaten dan kota yang unggul di setiap sektor ekonomi hampir sebagian besar berada di koridor ekonomi Jawa dan Sumatera.
Untuk mengetahui pengaruh sektor unggulan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota maka dilakukan regresi dengan menggunakan dua skenario. Skenario pertama, menggunakan data panel dari 172 kabupaten dan kota di Indonesia pada 2001-2012. Skenario pertama terdiri dari empat macam model dengan 12 variabel independen: dummy sembilan sektor ekonomi (sektor pertanian, konstruksi, jasa keuangan, manufaktur, pertambangan, jasa lainnya, perdagangan, transportasi dan listrik-gas-air); jumlah penduduk; belanja modal; dan tingkat melek huruf kabupaten/kota. Skenario kedua menggunakan data panel dari 126 kabupaten dan kota selama 2001-2012. Sementara skenario kedua terdiri dari 9 macam model dengan 15 variabel independen: dummy sembilan sektor ekonomi; jumlah penduduk; belanja modal; tingkat melek huruf; electricity rate; pendapatan asli daerah; dan dana alokasi umum kabupaten/kota. Dari kedua skenario tersebut, secara konsisten dummy sektor perdagangan, belanja modal dan tingkat melek huruf bernilai positif dan signifikan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Indonesia pada 2001-2012.
This study aims to identify the main sector of regencies/municipalities in Indonesia and analyze its impacts on regencies/municipalities economic growth on 2001-2012. Based on the result of Static Location Quotient (SLQ) and Static Symmetric Location Quotient (SSLQ) analysis show that more than half of all regencies/municipalities in Indonesia have agriculture and other service sector as the leading sector on 2001 and 2012. Meanwhile, the dominant basic economic sector in Indonesia are agriculture sector, other services sector, construction sector, and trade sector. However, the biggest percentage of regencies/municipalities in each basic economic sector is dominated by Java and Sumatera economic corridors.
This study consists of two panel data regression scenarios in order to find out the impacts of basic economic sector on regencies/municipalities economic growth. The first scenario uses panel data of 172 regencies/municipalities. The first scenario uses twelve independent variables: dummy of economic sectors (agriculture sector, construction, financial service, manufacture, mining, other services, trade, transportation, and utility sector); number of population; capital expenditure; and literacy rate. The second scenario uses 126 regencies/municipalities on 2001-2012. There are four models in the first scenario and nine models in the second scenario. The second scenario uses 15 independent variables: dummy of economic sectors; number of population; capital expenditure; literacy rate; electricity rate; regional income; and general allocation funds. The result of both scenarios consistently show that dummy of trade sector, capital expenditure and literacy rate have positive and significant impact on local economic growth.
Kata Kunci : economic growth of regencies/municipalities, the basic economic sector of regencies/municipalities, Location Quotient, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota, sektor unggulan kabupaten/kota.