Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Mega Tbk. Sebelum dan Sesudah Krisis Keuangan Global dengan Menggunakan Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Camels)
MULYANA, HADI (Adv.: Abdul Halim, Prof., Dr., MBA), Abdul Halim, Prof., Dr., MBA
Perbankan sebagai lembaga intermediari melihat faktor likuditas merupakan suatu hal yang sangat penting, tanpa likuiditas yang cukup perbankan tidak akan berjalan dengan baik. PT Bank Mega Tbk sebagai bagian dari dunia perbankan nasional juga dimungkinkan terimbas oleh krisis ekonomi global. Bank yang memiliki asset hampir Rp. 35 trilyun ini (Laporan Keuangan Publikasi PT Bank Mega Tbk, Sept 2009), merupakan termasuk bank nasional terbesar ke-12 di Indonesia (Bankers Almanac, 2009) dan memiliki peran yang signifikan dalam perbankan dan perekonomian nasional.
Penelitian ini akan menganalisis kinerja PT Bank Mega Tbk selanjutnya disebut Bank Mega sebelum dan saat dalam krisis keuangan global dengan menggunakan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP/2004, Perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Melalui sistem ini, kinerja Bank Mega diukur dengan menggunakan 6 (enam) variabel yaitu, Permodalan (Capital), Kualitas Aset (Asset Quality), Manajemen (Management), Rentabilitas (Earnings), Likuiditas (Liquidity) dan Sensitivitas terhadap risiko pasar (Sensitivity to Market Risk) atau yang lebih dikenal dengan CAMELS.
Analisis kinerja dari faktor CAMELS secara keseluruhan baik sebelum dan sesudah krisis terjadi cenderung tidak mengalami perubahan yaitu masih berpredikat Tingkat Kesehatan “Sehat”. Namun dari perhitungan faktor CAMELS, terlihat bahwa pengaruh krisis keuangan global terjadi pada faktor Capital dan Earnings yang mengalami perubahan menjadi lebih buruk dibandingkan dengan pada masa sebelum krisis keuangan global. Faktor Capital yang memburuk didominasi oleh faktor Komposisi Permodalan yang berubah, dimana seiring waktu sampai dengan krisis berjalan pertumbuhan Modal Tier 1 lebih sedikit dibandingkan dengan pertumbuhan Modal Tier 2 & Modal Tier 3 yang bertambah dengan terbitnya subordinated bonds pada awal tahun 2008. Hal yang berlawanan terjadi dengan faktor Liquidity, dengan terbitnya subordinated bonds secara langsung memberikan dampak yang baik bagi faktor Liquidity Bank Mega. Faktor Earnings juga memburuk seiring dengan kontribusi ROE dan ROA yang semakin menurun. Krisis keuangan global yang mulai melanda Indonesia di paruh akhir tahun 2008 menyebabkan Bank Mega mengurangi penyaluran kredit sehingga berimbas pada tingkat laba yang dihasilkan.
Kata Kunci : Krisis keuangan global, CAMELS, Permodalan (Capital), Kualitas Aset (Asset Quality), Manajemen (Management), Rentabilitas (Earnings), Likuiditas (Liquidity) dan Sensitivitas terhadap risiko pasar (Sensitivity to Market Risk), perbankan, likuiditas,