Laporkan Masalah

Pengukuran Kinerja Di Lembaga Amil Zakat Dengan Pendekatan Balaced Scorecard Studi Kasus Dompet Perduli Ummat Daarut Tauhit

MUKHLIS (pembimbing: R.A. Supriyono, Prof., Dr., S.U), R.A. Supriyono, Prof., Dr., S.U

2010 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia menggugah banyak pihak untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Dalam Islam, pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari peran serta zakat. Selain zakat terdapat pula filantropi Islam lainnya yang sering didayagunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu infaq, shadaqah, dan wakaf yang selanjutnya disingkat dengan ZISWA. ZISWA merupakan instrumen dalam ajaran Islam yang diarahkan untuk menciptakan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat, sehingga taraf kehidupan masyarakat dapat ditingkatkan. Di Indonesia saat ini, ZISWA dikelola oleh Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan tugas pokoknya adalah mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan ZISWA sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan.

Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun hanya sekitar 7,2% yang dapat dikelola oleh BAZ dan LAZ. Oleh karena itu BAZ dan LAZ harus meningkatkan kinerjanya. BAZ/LAZ harus memiliki sistem perencanaan strategi serta pengukuran kinerja yang komprehensif, terintegrasi, dan seimbang yang disebut Balanced Scorecard.

Penelitian ini dilakukan di LAZ Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). DPU DT memiliki tiga aktivitas utama, yaitu mengumpulkan, mendayagunakan, dan administrasi dan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja DPU DT dengan pendekatan Balanced Scorecard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini menyelidiki secara mendalam mengenai pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard pada LAZ DPU DT dan memberikan deskripsinya.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard dapat diterapkan di DPU DT. DPU DT telah memiliki ukuran kinerja keuangan dan nonkeuangan namun ukuran-ukuran tersebut belum terintegrasi dan koheren satu sama lain sehingga perlu adanya pemahaman lebih lanjut mengenai konsep Balanced Scorecard.

The height indonesia poverty level arouses many institution to empower the poor community. In Islam, there are many philanthropies that used for community empowerment such zakat, infaq, shadaqah, and wakaf (ZISWA). ZISWA is the instrument in Islamic doctrine that used to create the welfare equalization among the society. In Indonesia today, Badan Amil Zakat (BAZ) and Lembaga Amil Zakat (LAZ) is the legal institution that manage ZISWA with collecting, distributing, and managing as their main task.

Indonesia has great potential ZISWA but there is to small number that realized by BAZ and LAZ. BAZ and LAZ have to improve their performance, they must have the strategic planning and comprehensive, integrated, balance, and measurable performance measurement system, that said Balanced Scorecard.

The research was done in Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). There are three main activities in DPU DT, that are collecting ZISWA, distributing ZISWA, and finance and administration. The objective of this research is to measure the DPU DT performance with Balanced Scorecard approach. This research is case study research. The writer reseachs and describes the DPU DT performance measurement with Balanced Scorecard approach.

The conclusion of this paper is the performance measurement based on Balanced Scorecard can be applied in BAZ and LAZ. DPU DT has both financial and non-financial measuremant but those measurements have not been integrated and coherent enough one each other. Therefore DPU DT needs a further understanding about Balanced Scorecard concept.

Kata Kunci : pengukuran kinerja, lembaga amil zakat, Balanced Scorecard, performance measurement, amil zakat institution,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.