Laporkan Masalah

Efisiensi Teknik Perbankan Syariah Indonesia 2005-2007: Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

Mukhibbin, Drs. M. Edhie Purnawan, M.A.

2008 | Skripsi | S1 Economics

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia sangat pesat, yang ditunjukkan dengan pertumbuhan kelembagaan dan indikator utama perbankan syariah. Meskipun perkembangan tersebut sangat pesat ternyata masih jauh dari target yang direncanakan oleh Bank Indonesia, dilihat dari proporsi asetnya perbankan syariah hanya sebesar 1,85% (Februari 2008) padahal targetnya sebesar 5% pada akhir tahun 2008, tentunya ada berbagai masalah yang menyebabkan perbankan syariah tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk melihat tingkat efisiensi relatif perbankan syariah selama periode 2005-2007. Efisiensi relatif digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi suatu bank syariah dibandingkan dengan bank-bank syariah lain dalam sampel dengan menggunakan input dan output yang sama. Efisiensi teknik merupakan syarat yang dibutuhkan (necessary condition) bagi perkembangan perbankan syariah pada periode selanjutnya. Penelitian ini menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi Constant Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS) untuk melihat efisiensi relatif perbankan syariah dari 16 bank yang terdiri dari, 3 Bank Umum Syariah (BUS) dan 13 Unit Usaha Syariah (UUS). Dengan menggunakan pendekatan intermediasi dan produksi, input yang digunakan berupa biaya karyawan, aset tetap dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sedangkan outputnya berupa aset lancar, pembiayaan dan pendapatan operasional. Hasilnya, perbankan syariah selama periode 2005-2007 menunjukkan rata-rata tingkat efisiensi lebih dari 90% dan ini berarti secara umum perbankan syariah secara teknik sudah efisien. Kata kunci: Bank syariah, Efisiensi teknik, DEA, Pendekatan produksi dan intermediasi.

The rapid development of Islamic banking in Indonesia is showed with the growth of the institution and main indicator financial of Islamic banking. Although, these development is rapid it was still more far from the target that was planned by Central Bank of Indonesia (Bank Indonesia). If we saw asset proportions in banking industry, Islamic banking only 1,85% (February 2008) of total asset in banking industry, whereas it was targeted to account about 5% in the late 2008, so it could be inferred that there is several problem causing Islamic banking couldn't develop at the level that it was targeted before. The Aim of this research was to saw the level of comparative efficiency of Islamic banking at the period of 2005-2007. The comparative efficiency is used to find the efficiency level of Islamic bank compared to the others Islamic banks in sample with same input and output. Technical efficiency is a necessary condition to the development of Islamic banking industry for the next period. This research use Data Envelopment Analysis (DEA) Method with the assumption of Constant Return to Scale (CRS) and Variable Return to Scale (VRS). This method is used to see the comparative efficiency of Islamic banking from 16 banks that is comprised of, 3 Islamic Commercial Bank (BUS) and 13 Islamic Banking Unit (UUS), with intermediation and production approach, input that is used are staff costs, fixed assets and total deposits, whereas the output are liquid assets, financing and operational income. The result, on average the Islamic banking in Indonesia perform the level of efficiency about 90%, according to this results, generally Islamic banking in Indonesia technically efficient. Keyword: Islamic banking (Shariah banking), Technical efficiency, DEA, Production and Intermediation Approach.

Kata Kunci : Perbankan Syariah; Indonesia; DEA; Data Envelopment Analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.