Analisis efisiensi industri perbankan di Indonesia menggunakan data envelopment analysis (DEA) (studi kasus pada bank-bank devisa tahun 2011-2002)
Muhammad Hartana Iswandi Putra (Adv. Drs. Iswardono Sardjono Permono, M.A), Drs. Iswardono Sardjono Permono, M.A
Industri perbankan memegang peranan sangat penting bagi pembangunan di bidang ekonomi, sebagai Financial Intermediary yang menjadi penghubung antara, di satu pihak adalah investor serta dilain pihak enterprezmer. Industri perbankan menjadi sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi, terutama sekali dalam segala aktivitas yang berkaitan dengan uangi oleh karena itu kinerja perbankan sangat perlu sekali untuk diketahui kondisinya. Analisis efisiensi adalah salah satu eara untuk mengetahui kinerja perbankan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis pada 45 bank devisa yang ada di Indonesia, pada tahun pengamatan 2001 dan 2002. Data yang dipergunakan adalah data input-output ke 45 bank devisa yang menjadi obyek penelitian, adapun data input-nya adalah beban bunga, beban operasional lainnya dan beban non operasional; sedang data output-nya adalah pendapatan bunga, pendapatan operasional lainnya dan pendapatan non operasional.
Hasil penelitian ini adalah pada tahun 2001 ada 12 bank devisa yang sudah efisien dan 33 bank devisa yang belum efisien, sementara pada tahun 2002 ada 14 bank devisa yang sudah efisien dan 31 bank devisa lainnya belum efisien. Sebuah bank devisa dikatakan efisien jika sudah mampu untuk tidak melakukan pemborosan dalam penggunaan input-input-nyai dan atau sudah sudah mampu memanfaatkan semua potensial kemampuan yang dimiliki untuk memproduksi output-output-nya, dan sebaliknya bagi bank devisa yang masih melakukan pemborosan dalam penggunaan input-nya dan atau belum mampu memanfaatkan petensial kemampuan yang dimiliki untuk memproduksi output-nya adalah bank devisa yang belum efisien.
Pada tahun 2001 nilai efisiensi bank devisa terendah adalah 37,5 % dan tertinggi yaitu 100 %; sedang pada tahun 2002 nilai efisiensi terendah adalah 28,29 % dan tertinggi sebesar 100 %. Rata-rata efisiensi perbankan devisa dari hasil penelitian ini adalah 71 ,2596 % pada tahun 2001, sedang pada tahun 2002 rata-rata efisiensinya adalah 74,3742 %. Kenaikan rata-rata efisiensi sebesar 3,1146 % dari tahun 2001 ke tahun 2002, mcnunjukkan bahwa ternyata ada peningkatan efisiensi kinerja perbankan di Indonesia dari tahun 2001 ke tahun 2002.
The Banking industry play a part of vital importance for development in
economic area, as financial intermediary becoming link of among, in one party is investor and also on the othe is enterpreuner. The industrial of banking become very required in economic development. particularly in all activity of related to money. Therefore, the banking per performance very important to in order to be known its condition. Analyse the efficiency is one of way to know the banking performance.
This research aim to measure the technical efficiency level at 45 bank foreign exchange in Indonesia, in the year perception 2001 and 2002. The data utilized is data input and data output of 45 bank foreign exchange to becoming obyek research, as for input data is interest of burden, the other operational burden and non-operational burden~ and the data output is interest of income, the other operational income and non¬operational income.
Result of this research in 200 t, there is 12 efficient foreign exchange bank and 33 bank of foreign exchangee which inefficient, whereas in 2002 there is 14 efficient foreign exchange bank and 31 other foreign exchange bank inefficient. Means the efficient foreign exchange bank if doesn't waste to input's or and can use potential production's for output's. Mans the inefficient foreign exchange bank if does waste to input's or and can't use potential production's for output's.
In the year 2001 low r value of efficiency bank of foreign exchange is 37,5 % and highest that is 100 %; a d, in the year 2002 lower of value efficiency is 28,29 % and highest equal to 100 %. e average efficiency of banking foreign exchange from this research result is 71,259 % in the year 2001, and, in the year 2002, the average efficiency is 74,3742 %. In ease of efficiency equal is 3,1146 % from year 2001 to year 2002, indicating the reality there is the make-up efficiency of banking performance in Indonesia from year 2001 0 year 2002.
Kata Kunci : perbankan, Financial Intermediary, devisa, pembangunan ekonomi