Laporkan Masalah

Analisis Permintaan Pupuk Buatan Dalam Produksi Padi Di Indonesia

Mohammad Radi A Gany (Promotor : Prof.Dr. Ace Partadiredja), Prof. Dr. Ace Partadiredja

1984 | Disertasi | S1 Extention - Accounting

Tujuan pokok dari penelit1an in1 adalah untuk menelaah permintaan Pupuk buatan dalam produksi padi di Indonesia

beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sejauh mana faktor-faktor tersebut menentukan variasi permintaan

pupuk buatan dalam usaha tani padi sawah di Indonesia, baik secara nasional maupun secara regional. Bagaimana hubungan antara permintaan pupuk buatan tersebut dengan

usaha peningktan produksi padi yang selama ini dilancarkan

oleh pemerintah, juga merupakan masalah yang akan ditelaah dalam penelitian ini.

Penelaahan dan analisis ini bertolak dari data Survey

Pertanian oleh Siro Pusat Statistik (1975-1979) pada 23 provinsi di Indonesia, yang meliputi 7 933 blok sensus

dan 31 732 rumah tangga petani padi sawah. Di samping

data ini, analis1s ditunjang pula oleh berbagai data yang

relevan antara lain: data penggunaan pupuk buatan yang

diperoleh dari Kumpulan Data Pupuk Indonesia (Departemen

pertanian, 1964-1981); data hasil pengujian pemupukan padi

sawah pada berbagai provinsi di Indonesia yang dilaksanakan

oleh Direktorat Bina Produksi Tanaman Pangan, Departemen pertanian (1979/1980); .data produksi padi sawah dari Biro Pusat Statistik;data tentang pelaksanaan program BIMAS/INMAS di :Indonesia; dan berbagai data dari instansi

yang relevan.

Analisis ini dilakukan melalui model emperik yang dirumuskan dalam bentuk hubungan regresi ekonometrika

yang dilandasi oleh Teori Ekonomi Neo-klasik. Untuk melihat

sejauh mana terdapat perbedaan karakteristik permintaan

pupuk buatan menurut daerah, maka penaksiran fungsi

permintaan di samping ditelaah menurut data waktu serial

(time-series data), juga dilakukan menurut data kerat lintang (cross-section), dan gabungan antara keduanya

melalui metode tooling technique. Untuk menaksir koefisien

regresi permintaan jangka panjang dan jangka pendek,

serta untuk mengetahui reaksi petani terhadap perubahan

harga pupuk buatan di tiap daerah, penelaahan ini

juga menerapkan analisis model dinamik atau model distributed-lag.

Hasil penelaahan ini menunjukkan bahwa permintaan pupuk buatan di Indonesia dipengaruhi secara njata oleh faktor-faktor: harga riil pupuk buatan (rasio harga pupuk terhadap harga padi); tingkat pendapatan petani padi sawah;

mutu irigasi; varietas unggul; lamanya petani mengenal

pupuk buatan dan perbedaan musim. Pengaruh faktor-faktor tersebut bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Di daerah yang telah lama mengenal pupuk buatan ternyata petani lebih responsif terhadap variasi dalam harga pupuk buatan, dibanding dengan daerah-daerah yang baru saja mengenal pupuk buatan tersebut. Akibat program intensifikasi melalui BIMAS/INMAS,penggunaan pupuk

buatan di Indonesia telah meningkat dari tahun ke tahun,

namun jika dibandingkan dengan kenaikan produksi padi,

maka terlihat adanya ketidak-seimbangan antara penggunaan

pupuk buatan dengan angka hasil yang dicapai. Hal

ini terutama karena beberapa faktor penunjang, baik yang

bersifat teknis maupun yang bersifat sosial ekonomi belum

memberikan dukungan sepenuhnya. Banyak petani yang belum

menggunakan pupuk buatan tersebut secara lebih berdayaguna dalam usaha taninya. Melihat pertumbuhan produktivitas

yang selama ini tercapai di Indonesia tampak bahwa

daerah-daerah di luar Jawa mempunyai potensi yang cukup

tinggi untuk usaha peningkatan produksi padi di masa yang

akan datang.

Untuk menyukseskan usaha peningkatan produksi padi di masa yang akan datang maka diperlukan adanya usaha penyuluhan

yang lebih intensif, perbaikan sarana penunjang produksi padi seperti jalan, irigasi, dan sistem kelembagaan

dalam penyaluran pupuk, kredit dan hasil-hasil pertanian.

Keselarasan antara penelitian yang bersifat agroekonomi

dan agroteknik perlu lebih di tingkatkan dan tanpa

melupakan karakteristik dan potensi daerah secara khusus.

Kebijaksanaan yang diperlukan dalam usaha peningktan produksi padi ini adalah kebijaksanaan yang tetap memperhatikan kepentingan petani dari segi mikro dan kepentingan pemerintah secara asional dari segi makro. Keduanya harus diselaraskan

Kata Kunci : Permintaan Pupuk Buatan , Padi, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.