Analisis persistensi dan konsistensi kinerja reksa dana di Indonesia
Moedak, Anika (Adv.: Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA), Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA
Reksa Dana dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengetahuan dan informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan investor awam sehingga diharapkan dapat memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dari pasar. Penelitian dilakukan pada Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran di Indonesia selama periode Januari 2000 sampai dengan Desember 2003. Penelitian ini menemukan bahwa tidak semua Reksa Dana memberikan abnormal return yang positif, pada jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap ditemukan adanya inferioritas kinerja yang ditunjukkan oleh besaran nilai alpha Jensen yang negatif dan signifikan.
Pengujian persistensi yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara kinerja Reksa Dana di masa lalu dengan kinerjanya di masa yang yang akan datang menunjukkan hasil yang positif signifikan, artinya kinerja yang dulunya outperform (underperform) akan cenderung untuk tetap outperform (underperform).
Ketika kinerja Reksa Dana diukur dengan menggunakan Indeks Sharpe, Indeks Treynor dan Indeks Jensen maka hanya pada Reksa Dana Saham ditemukan adanya konsistensi model sedangkan pada Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran menunjukkan hasil adanya inkonsistensi model, hal ini menunjukkan bahwa pada Reksa Dana Saham portofolio yang dibentuk oleh manajer investasi sudah terdiversifikasi dengan baik sedangkan pada Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran portofolio yang dibentuk oleh manajer investasi belum terdiversifikasi dengan baik. Selain itu pada pengujian untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja antara Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran di Indonesia ditemukan hasil yang tidak signifikan.
Mutual Funds is managed by investment manager which posses much more knowledge and information than usual investor, so that more profit can be obtained from the market. This research is conducted towards mutual funds share, fixed income and mixed in Indonesia for period January 2000 until December 2003. From this research, it can be reported that not every mutual funds provides positive abnormal return. In fixed income mutual funds, inferiority performance is found and explained by the value of alpha Jensen is negative and significant.
Persistence test is done to find out whether there is relation between mutual funds performance in the previous time and in the future, with positive significant result. It means, the previous outperform (under perform) performance will tend to stay outperform (under perform).
When the performance of mutual funds is measured with the using of Sharpe measure, Treynor measure and Jensen measure, consistency model only can be found in mutual funds of share. Inconsistency model is found in mutual fund of fixed income and mixed.. It can be seen that portfolio mutual funds of share has been diversified well but portfolio mutual funds of fixed income and mixed has not been diversified well yet. However, in the test of distinguishing the performance difference between mutual funds of share, fixed income and mixed, there is no significant result.
Kata Kunci : reksa dana, abnormal return, persistensi, konsistensi, mutual funds, abnormal return, persistence, consistency.