Laporkan Masalah

Kemungkinan Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan (environmental Management Accounting), dalam Pengalokasian dan Pelaporan Biaya Lingkungan (environmental Cost) Pada CV Telaga Mulya (Perusahaan AMDK Arbas)

MIRANDA, IRA AYU (Pembimbing: Bambang Riyanto L.S., Dr., M.B.A.), Bambang Riyanto, L.S., Dr., M.B.A.

2011 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Environmental Management Accounting merupakan salah satu sub sistem dari akuntansi lingkungan yang menjelaskan sejumlah persoalan mengenai penguantifikasian dampak-dampak bisnis perusahaan ke dalam sejumlah unit moneter. Informasi yang tersaji dalam Laporan biaya lingkungan ini juga bisa membantu manajer dalam mengidentifikasi dan membuat keputusan-keputusan untuk mengontrol biaya-biaya khususnya yang berhubungan dengan lingkungan dan menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil.

Penelitian ini menggunakan CV. Telaga Mulya (Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Arbas) sebagai objek dalam mengevaluasi implementasi akuntansi manajemen lingkungan. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi 4 kategori biaya lingkungan, yaitu biaya deteksi (detection costs), biaya pencegahan (prevention costs), biaya kegagalan internal (internal failure costs), dan biaya kegagalan eksternal (external failure costs), mereklasifikasi biaya-biaya lingkungan perusahaan ke dalam 4 kategori tersebut, dan menyusun laporan biaya lingkungan yang terpisah dari laporan keuangan perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama ini perusahaan sudah mengidentifikasi biaya-biaya tertentu yang sebenarnya merupakan komponen dari biaya-biaya lingkungan, tetapi biaya-biaya tersebut disajikan sebagai biaya pabrik, biaya investasi, dan biaya lain-lain pada laporan biaya operasional perusahaan. Dari tabel laporan biaya lingkungan dapat diuraikan jumlah persentase total biaya lingkungan sebesar 3,2% dari total biaya operasional adalah jumlah yang cukup signifikan yang terdiri dari biaya pencegahan sebesar 0,86%, biaya deteksi sebesar 1,43%, biaya kegagalan internal sebesar 0,89%. Oleh karena itu, biaya-biaya tersebut harus dikelola sedemikian rupa sehingga dapat ditekan ke titik yang paling minimum.

Environmental Management Accounting is one of the sub system from environmental accounting that describes the amount of issues regarding quantification of company business impacts into a number of monetary units. Information presented in this environmental cost report can also help managers in identifying and making decisions to control the costs, especially related to the environmental, and determining the next step to be taken.

This study uses CV. Telaga Mulya (AMDK) Arbas) as the object in evaluating the environmental management accounting implementation. The study is done by identifying four environmental cost categories, i.e. detection costs, prevention costs, internal failure costs, and external failure costs, reclassify company's environmental costs and prepare an environmental cost report separated from the companys financial report.

The results show that during this time the company has identified certain costs, which are actually a component of the environmental costs, but these costs are presented as the plant costs, investment costs, and miscellaneous expenses on reports the companys operational costs. From the reports environmental costs can be decomposed total percentage of the total environmental cost 3.2% of the total operational cost is a significant amount of 0.86% the cost of prevention, detection costs 1.43%, the cost of internal failures 0, 89%. Therefore, these costs must be managed so could be suppressed to the minimum point.

Kata Kunci : Akuntansi Manajemen Lingkungan, Biaya Lingkungan, Environmental Management Accounting, Environmental Cost


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.