Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNDERPRICING HARGA SAHAM PERDANA PERIODE 1994-1997 DI BEJ

M.F. Djeni Indrajati Widjaja (Adv: Dr.Ainun Na'im, MBA,Akt), Dr.Ainun Na'im, MBA,Akt

1997 | Tesis | S2 Accounting

Dalam tesis ini penulis meneliti gejala underpricing yang terjadi di pasar modal Indonesia (i.e., Bursa Efek Jakarta) untuk saham perdana yang listing pada periode 1994 sampai dengan awal 1997. Sebagai salah satu alternatif sumber dana untuk ekspansi ataupun melunasi hutang, banyak perusahaan melakukan penawaran umum perdana (IPO). Harga saham yang ditawarkan dalam pasar perdana adalah hasil negosiasi antara emiten dan penjamin emisi. Sebagai penjamin emisi terlebih dengan syarat full commitment maka penjamin emisi akan berusaha menentukan harga yang diminati investor sehingga ditemukan adanya gejala underpricing pada harga saham perdana di hampir semua pasar modal negara-negara di dunia.

Dengan mengambil sampel sebanyak 65 perusahaan yang listing di BEJ periode 1994 sampai awal 1997, maka penulis melakukan penelitian gejala underpricing di BEJ dan juga mencoba melihat faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian statistik regresi berganda untuk melihat faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap underpricing.

Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat Initial return pada hari pertama perdagangan saham perdana di pasar sekunder sebesar 4,3547 %, sedangkan mulai hari ke-enam return yang terjadi mulai menurun. Walaupun penehtian ini berhasil melihat terjadinya gejala underpricing di BEJ namun falctor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi underpricing tersebut tidak ada yang signifikan.

The underpricing phenomenon of initial public offerings is well documented for almost every equity market that has been examined. As an alternative source for expansion or else, issuer firm expect much in the IPO fund. However, initial price depend on the negotiation between issuer and underwriter. Underwriter whose responsible to successfully of IPO attempt to make best price for investor and it cause underpricing phenomenon.

This article will investigate that phenomenon in Bursa Efek Jakarta with a sample of 65 firms which going public between 1994 and first year of 1997. The result indicated average initial return of 4.3547 % between the offering price and the closing price on the first trading days was found. However it cannot identify the factors which influence underpricing.

Kata Kunci : underpricing, harga saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.