Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedatangan Wisatawan Asing Ke Indonesia: Analisis Panel Data 8 Negara Periode 2000-2008
METERA, GDE THREESNA ARIEF (Pembimbing: Amirullah Setya Hadi, S.E., Cand.Oecon), Amirullah Setya Hadi, S.E., Cand.Oecon
Tulisan ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kunjungan turis mancanegara ke Indonesia dengan GDP, nilai tukar, tourism price, dan kunjungan turis sebelumnya dari beberapa negara. Selain faktor-faktor ekonomi yang telah disebutkan, tulisan ini juga meneliti dampak Bom Bali tahun 2002 dan 2005 terhadap kunjungan turis mancanegara. Negara-negara yang menjadi obyek penelitian ialah Inggris, Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan data panel dalam periode 2000-2008. Model fixed effect dan random effect digunakan dalam menganalisis data panel yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan model yang tepat dalam kasus ini ialah model fixed effect. Sedangkan variabel-variabel yang secara signifikan mempengaruhi kunjungan turis mancanegara ialah nilai tukar, kunjungan turis sebelumnya, dan Bom Bali.
The objective of this paper is to investigate the relationship among international tourist arrivals to Indonesia and GDP, exchange rate, tourism price, and previous tourist arrival for selected countries. Beside those economic determinants, this paper also examines the effect of Bali Bombing in 2002 and 2005 to international tourist arrival. The selected countries are United Kingdom, Netherland, Germany, United States, Australia, Singapore, Malaysia, and South Korea. A panel data set of those countries over the period 2000-2008 is used. Fixed effect model and random effect model are employed in the analysis. The result shows that fixed effect model is appropriate in this case and variables that significantly affect international tourist arrival are exchange rate, previous tourist arrival, and Bali Bombing.
Kata Kunci : international tourist arrival, Bali Bombing, panel data, fixed effect, random effect, kunjungan turis mancanegara, bom Bali, panel data