Laporkan Masalah

Analisis Model Altman,Taffler dan Zmijewski dalam Memprediksi Perusahaan yang Delisting secara paksa karena kegagalan Keuangan dari Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014

Meilinda Dwi Anugraha (Adv.: Wulan Wimbari, S. E., M.Bus., CA.), Wulan Wimbari, S. E., M.Bus., CA.

2016 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan apakah model analisis kebangkrutan Altman (1983), Taffler (1983), dan Zmijewski (1984) mampu memprediksi perusahaan yang delisting secara paksa karena kegagalan keuangan dari Bursa Efek Indonesia serta menganalisis tingkat akurasi ketiga model tersebut. Prediksi kebangkrutan dibutuhkan sebagai model untuk mencegah terjadinya kebangkrutan perusahaan yang dapat diantisipasi sejak dini.

Sampel penelitian adalah seluruh perusahaan yang dihapuskan pencatatannya secara paksa (delisting) karena kegagalan keuangan. Jumlah sampel yang mengalami delisting secara paksa karena kegagalan keuangan adalah 6 perusahaan. Sampel ini kemudian dibandingkan dengan 6 perusahaan yang masih tercatatat (listing) di bursa dalam industri yang sama dan memiliki nilai yang mendekati sama. Kemudian dibandingkan juga dengan 116 perusahaan listing yang berada dalam industri yang sama. Data yang digunakan adalah laporan keuangan selama tiga tahun sebelum perusahaan mengalami delisting. Penelitian ini dilakukan pada periode 2010 hingga 2014.

Berdasarkan hasil uji chi-square masing-masing model prediksi, model Altman (1983) dan Taffler (1983) menunjukkan hasil yang signifikan untuk memprediksi perusahaan yang delisting secara paksa karena kegagalan keuangan selama tiga tahun berturut-turut. Sementara model Zmijewski (1984) memiliki kemampuan yang rendah dalam memprediksi perusahaan yang mengalami delisting secara paksa karena kegagalan keuangan di bursa selama tiga tahun sebelum perusahaan mengalami delisting.

The purpose of this research is to test and prove whether bankruptcy analysis model of Altmans (1983), Tafflers (1983), and Zmijewskis (1984) are able to predict the company forcibly delisting due to the financial distress of the Indonesia Stock Exchange as well as to analyze the accuracy of these three models. Bankruptcy prediction is needed as a model to prevent bankruptcy of the company that can be anticipated earlier.

The samples of this research are companies which have been delisted forcefully due to financial distress, for the period 2010-2014. The numbers of involuntary delisting due to financial distress samples are 6 companies. These samples will be compared to other 6 companies which are listed in the same industry and have similar value of assets. Then, these samples will also be compared with 116 companies which are listed in the same industry. The data used are the financial statements of the companies for three years before delisting.

Based on the result of chi-square test on each prediction model, Altman (1983) and Taffler (1983) models show significant result to predict companies which are forcefully delisted for three years before delisting. While the model Zmijewski (1984) has a poor ability to predict companies which have been involuntary delisted due to financial distress in Indonesia Stock Exchange for three years before the companies delisted.

Kata Kunci : model prediksi kebangkrutan, delisting, bankruptcy prediction model, Altman, Taffler, Zmijewski.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.