Visi Strategik Sebagai Pemoderasi Hubungan Keterlibatan Strategik Dengan Ketidakpastian Lingkungan dan Keterlibatan Kerja
Meika Kurnia Puji, R.D, A (Pemb : Dr. Harsono, MSc), Dr. Harsono, MSc
Studi mengenai visi organisasional membuktikan bahwa keberadaan atau kehadiran sehuab visi strategik dapat mempengaruhi sikap dan perilaku individu yang berhubungan dengan pekerjaannya. Dalam penelitian ini diduga bahwa visi strategik mampu meningkatkan hubungan keterlibatan strategik dengan keterlibatan kerja dan persepsi pada ketidakpastian lingkungan. Dugaan tersebut peneliti rumuskan ke dalam beberapa hipotesis dan selanjutnya diuji dalam sebuah penelitian dengan manajer puncak sebagai sampelnya. Adapun manajer puncak yang diikutkan dalam penelitian adalah manajer puncak dari berbagai perusahaan go public di Indonesia
Hasil analisis mengatakan bahwa ketika visi dipersepsikan sebagai visi strategik maka peningkatan keterlibatan strategik manajer puncak akan semakin meningkatkan keterlibatan kerja mereka. Akan tetapi hal yang sama tidak berlaku pada hubungan keterlibatan strategik dengan persepsi pada ketidakpastian lingkungan.
Implikasi dari pengaruh visi strategik terhadap sikap dan perilaku kerja dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini.
Research on organizational vision had shown that the presence of strategic vision had influences to work-related attitudes and behaviors. It is hypothesized that the presences of a strategic vision enhance the relationship between strategic involvement and perceived environmental uncertainty. It is also hypothesized that the presences of a strategic vision enhance the relationship between strategic involvement and job involvement.We tested these hypotheses using a sample of executives or top management in Indonesia go public companies.
The result indicated that when the vision is more strategic perceived as clearly articulated, shared by many, and appropriate for company strate9ic involvement were more stroJ19l;y positively related to job involvement. But, there was no evidence that vision salience moderated the positive relationship between strategic involvement and perceived environmental uncertainty. Implications regarding strategic vision on work-related attitudes are discussed.
Kata Kunci : Manajemen, Visi Strategik, Manajemen Strategik