Analisis Faktor-Faktor Penentu Status Kesehatan di Indonesia: Pendekatan Model Logit
MAYLA SAFURO LESTARI PUTRI, Ardyanto Fitrady, S.E., M.Si.
Kesenjangan kesehatan telah menjadi salah satu permasalahan pelik terutama bagi negara berkembang. Visi, Misi dan Rencana Strategi Kesehatan Indonesia Tahun 2010-2014 merupakan salah satu langkah yang dilaksananakan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia sebagai untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai upaya dalam menurunkan kesenjangan kesehatan yang terjadi. Status kesehatan sendiri dapat diukur melalui banyak indikator seperti tingkat kematian, tingkat kesakitan, dan Indeks Pembangunan Manusia. Namun saat ini muncul pendekatan baru dalam menganalisis status kesehatan yaitu self-reported health. Indikator ini dianggap mampu menggambarkan kondisi kesehatan secara lebih aktual karena tidak hanya mencakup aspek kesehatan itu sendiri tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Self-reported health merupakan indikator yang subjektif karena didasarkan atas respon individu terhadap pertanyaan Bagaimana kesehatan anda secara umum?.
Dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS2 dan IFLS3) di tahun 1997 dan 2000, dan menggunakan estimasi logit, penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik individu (variabel jenis kelamin, usia, status menikah, dan kebiasaan merokok); status sosioekonomi (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan); dan social capial dengan status kesehatan.
Health inequality is widely known as one of the most crucial problem, especially in developing countries. Vision, Mission and Strategy of Healthy Indonesia 2010-2014 is a policy to improve health status of Indonesians and also used as a way in reducing helath inequality. Health inequality itself could be measured by many indicators such as mortality rate, morbidity rate, and Human Development Index. Nowadays, self-reported health is the most-recent-used indicator in many analytical sciences. Self-reported health assumed to be a great predictor in measuring health status because it captures not only physical and psycological condition of someone but also his quality of life as a whole. Self-reported health is an subjective indicator based on question: How is Your health in general?
Using data from Indonesia Family Life Survey (IFLS 2 and IFLS3) in year 1997 and 2000 and estimated with logit, this study found that there were significant effects of individual characteristics (sex, age, marrital status and smoking behavior); socioeconomic status (educational status and income); and social capital variable with health status
Kata Kunci : self-reported health, individual characteristics, socioeconomic status, social capital, karakteristik individu, status sosioekonomi