Laporkan Masalah

Pengaruh size perusahaan terhadap relevansi earnings dan arus kas operasi dalam menjelaskan return saham: perusahaan manufaktur vs non manufaktur di BEJ

Maulana, Tedy (Adv.: Ratna Nurhayati, SE.,M.Com), Ratna Nurhayati, SE.,M.Com

2013 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali kandungan informasi laba dan nilai tamhab kandungan informasi arus kas operasi dalam menjelaskan return saham. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh size perusahaan terhadap relevansi laba dan arus kas dalam menjelaskan return saham serta melihat apakah terdapat perbedaan hasil yang didapat mengenai nilai tambah kandungan informasi arus kas operasi dalam menjelaskan return saham untuk sampel perusahaan manufaktur dan non-mauufaktur di Indonesia. Dari temuan empiris yang di dapat disimpulkan babwa pada perusahaan manufaktur dengan size kecil, variabel akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham adalah variabel perubahan laba. Sedangkan pada perusahaan manufaktur dengan size besar, variabel tingkat laba saat ini merupakan variabel akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham, Hal ini menunjukkan bahwa pada perusahaan manufaktur, investor telah mempertimbangkan faktor size perusahaan dalam menilai kinerja serta prospek masa depan perusahaan, Arus kas operasi tidak memberikan infonnasi tambahan yang lebih besar dalam menjelaskan return saham dibandingkan dengan earnings, baik untuk perusahaan dengan size besar maupun perusahaan dengan size kecil pada kelompok industri manufaktur. Hal ini menggambarkan bahwa pada perusahaan-perusahaan manufaktur, pemakai laporan keuangan lebih melihat ke angka earnings daripada arus kas operasi dalam menilai return saham perusahaan. Pengujian yang dilakukan pada perusahaan pada industri nonmanufaktur memberikan basil bahwa arus kas operasi memberikan informasi tambahan yang lebih besar dalam menjelaskan return saham dibandingkan dengan earnings, untuk perusahaan dengan size besar daripada perusahaan dengan size kecil. Hal ini menggambarkan babwa pada perusahaan-perusahaan non-manufaktur, pemakai laporan keuangan lebih melihat ke angka arus kas operasi daripada earnings dalam menilai return saham perusahaan. Temuan empiris pada pengujian nilai tambah arus kas ini menunjukkan babwa kategori indnstri memiliki pengaruh terhadap nilai tambah kandungan informasi arus kas operasi dalam menjelaskan return saham. Hasil pengujian untuk perusahaan pada industri non-manufaktur dengan size besar menunjukkan babwa variabel akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham adalah variabel perubahan arus kas operasi. Sedangkan basil pengujian untuk perusahaan pada industri non-manufaktur dengan size kecil menunjukkan babwa variable akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham adalah variabel tingkat arus kas operasi. Temuan empiris ini menunjukkan babwa dalam menilai kinerja serta prospek masa depan pemsahaan non-manufaktur, investor telah mempertimbangkan faktor size perusahaan.

Kata Kunci : Earnings Management, Return Saham, nilai tambah arus kas operasi, ukuran perusahaan,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.