Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Kebijakan Bank Indonesia (BI) Rate Terhadap Pengurangan Ketegangan di Pasar Uang Tahun 2007-2010

MAULANA, AKHMAD HANDRA (adv.: Insukindro, prof., Dr., M.A.), Insukindro, prof., Dr., M.A.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Krisis keuangan global pada tahun 2008 menyebabkan gejolak dan ketegangan di berbagai pasar keuangan. Gejolak di pasar keuangan ini ditangani dengan tindakan intervensi yang berbeda-beda di setiap negara, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa melakukan bail out terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap memiliki dampak sistemik terhadap perekonomian negara tersebut. Di Indonesia, dilakukan tindakan penyesuaian tingkat suku bunga BI rate yang menjadi suku bunga acuan berbagai suku bunga yang berlaku di Indonesia termasuk suku bunga di pasar uang jangka pendek. Alat estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah VAR in difference, impulse response function, dan variance decomposition. Hasil penelitian menunjukkan BI rate mempengaruhi pergerakan dari ketegangan pasar uang selama periode 2007-2010. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian kali ini adalah Bank Indonesia masih dapat menggunakan kebijakan BI rate untuk mengatur ketegangan di pasar uang jangka pendek karena terdapat tingkat kelambanan yang cenderung tidak terlalu banyak dan mempengaruhi pergerakan ketegangan di pasar uang tersebut.

The global financial crisis in 2008 led to the turmoil and tension in various financial markets. The turmoil in financial markets was handled by the action of different interventions in each country, the United States and several countries in Europe bailed out companies that were considered to have a systemic impact on the economy of the country. Indonesia conducted an interest rate adjustment measures of BI rate to be the key benchmark rate of other interest rates prevailing in Indonesia, including interest rates on short-term money market. Estimation tools used in this study is VAR in difference, impulse response function and variance decomposition. The results showed the BI rate affects the movement of money market tensions over the period 2007-2010. The conclusion that can be drawn from the results of this study is Bank Indonesia can still use the BI policy rate to set the tension in the short-term money market rates because there is inertia that tends to not be too long and affects the movement of the tension in the money market.

Kata Kunci : BI rate, VAR, impulse response functions, variance decomposition, money market tensions.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.