SISTEM KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN SLEMAN
Maryuwita, Citra (adv.Indra Bastian, Dr., M.B.A), Indra Bastian, Dr., M.B.A
2005 | Skripsi | S1 Accounting
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memberikan gambaran upayaupaya yang telah dilakukan dalam mengalokasikan pemanfaatan dana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat telah ditempuh oleh pemerintah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dilakukan dengan teknik wawancara Iangsung dengan responden serta menggunakan daftar pertanyaan terstruktur. Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta. Subyek penelitian ditentukan adalah purposive sampling yaitu adalah responden yang pernah mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman.Data yang telah dikumpulkan baik dari penelitian kepustakaan maupun dari penelitian lapangan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan motode deskriptif. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut :
1. Dengan dikeluarkan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional No. 40 Tahun 2004, maka secara konseptual, khususnya untuk pelayanan kesehatan, meskipun didalamnya disebut tentang pendidikan juga, agaknya Indonesia meniru sistem AS, bedanya dengan AS adalah bahwa dalam UU tersebut mewajibkan setiap orang ikut dalam asuransi kesehatan.
2. Skema sistem kesejahteraan dapat diterapkan bagi Indonesia adalah memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis yang merupakan investasi jangka panjang.
3. Penyelenggaraan pendidikan masyarakat dialokasikan anggaran bidang pendidikan diatas 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sedangkan pelayanan kesehatan dialokasikan anggaran kisaran 8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alokasi Anggaran untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010 minimal 15% .
4. Di Kabupaten Sleman sampai saat ini baru proses menuju penerapan sistem ini, sehingga program pembangunan yang dilaksanakan belum sepenuhnya menjamin kesejahteraan bagi masyarakat, tetapi arah terwujudkan jaminan kesejahteraan rakyat terus diupayakan.
The research aims to find description development programs with allocations budget to social security. Secondary data and primary data are used in the research. Primary data is collected through field research. It done using direct interview technique with respondent and using structures questions. The research is conducted in Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. The research subject chosen is purpose sampling. They are respondents who once have a practice with the social security programs in Kabupaten Sleman. The data, taken from library and field research, is analyzed qualitatively using descriptive method.The result of research can be concluded as follows:
1. UU No. 40 year of 2004 that Social Security System National is conceptually to health medical care including educations, Indonesian as like as USA system, that different between USA system between UU no. 40 year of 2004 is any people must to healthy assurance.
2. Diagram social security is implementations in Indonesian is give health medical care and educations free with invest long times 3. People educations with budget 20 % from APBD, and health medical care in budget 8 % from APBD. So shall 15 % to Health Indonesian 2010
4. The regency government in here is process to implementations that social security system, so that development programs cannot be social security to people, but next time has been doing
Kata Kunci : sistem kesejahteraan sosial,jaminan sosial,kesejahteraan sosial